Polda Jamin Keamanan Warga Papua di Banten

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 11 September 2019 - 14:21:18 WIB   |  dibaca: 51 kali
Polda Jamin Keamanan Warga Papua di Banten

PELAJAR PAPUA: Warga Papua yang tengah belajar di Banten saat diskusi yang digelar oleh Polres Serang.

SERANG, BANTEN RAYA - Kepolisian Daerah (Polda) Banten terus berupaya memberikan kenyamanan dan keamanan untuk warga Papua yang beraktivitas di Provinsi Banten. Bahkan Polda Banten telah mengintruksikan polsek jajaran untuk terjun langsung memberikan keamanan bagi warga Papua.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata mengatakan bahwa Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir telah mengintruksikan jajarannya untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warga Papua yang ada di wilayah hukum Polda Banten.

"Polda Banten sampai polsek akan terus berusaha untuk menjamin keamanan warga Papua dalam menjalankan beraktivitas, apakah itu pergi ke kantor, kegiatan-kegiatan sekolah, ataupun kegiatan-kegiatan lainnya," katanya kepada Banten Raya kemarin.

Edy mengungkapkan bahwa polisi sebagai pelindung masyarakat akan selalu berkomitmen menjamin keselamatan warga Papua di wilayah hukum Polda Banten dan akan menjadi pendingin (cooling system) guna menjaga situasi yang aman, damai, dan sejuk."Kita ingin Indonesia, khususnya Banten, menjadi wilayah yang toleran, wilayah yang damai dan maju," ungkapnya.

Edy menambahkan segala bentuk rasisme terhadap masyarakat Papua bisa dihentikan. Bahkan, para tokoh masyarakat Papua yang berada di wilayah hukum Polda Banten terus berusaha mendinginkan situasi yang saat ini memanas."Kita juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan rasisme dalam bentuk apa pun," tambahnya.

Sementara itu, salah satu pelajar asal Papua bernama Maria Wulan mengaku tidak termakan isu perlakuan sewenang-wenang terhadap pelajar di daerah. Justru dirinya berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan kesempatan kepadanya bisa belajar di luar Papua.

"Kami sangat bangga menjadi warga Negara Republik Indonesia dan kami juga berterima kasih kepada pemerintah karena telah diberikan kesempatan belajar di luar Papua," kata siswi kelas 12 IPS 4 SMAN 2 Kota Serang tersebut.

Diketahui sebelumnya, ujaran rasis di asrama mahasiswa Papua di Surabaya pada 16 Agustus 2019 lalu, berbuntut panjang sampai menyulut protes dan amuk di daerah-daerah penting di Papua, termasuk di Jayapura, Manokwari, Sorong, Mimika, dan Fakfak.

Bahkan, akibat gejolak tersebut ada lebih dari 300 mahasiswa Papua yang tengah studi di berbagai kota memutuskan pulang kampung. Di antaranya 200 pelajar yang tengah belajar di Manado, sisanya di beberapa kota di Pulau Jawa. (darjat/tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook