Pimpinan Wajah Baru Tak Pengaruhi DPRD

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 11 September 2019 - 14:23:01 WIB   |  dibaca: 51 kali
Pimpinan Wajah Baru Tak Pengaruhi DPRD

MELINTAS: Seorang warga melintas di depan Sekretariat DPRD Provinsi Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, belum lama ini.

SERANG, BANTEN RAYA – Pengamat politik Untirta Suwaib Amiruddin menilai kebijakan parpol menempatkan wajah baru untuk mengisi kursi pimpinan DPRD tak berpengaruh negatif terhadap lembaga tersebut. Menurutnya, sebagai politikus yang terpenting memiliki kemampuan komunikasi dan konsolidasi yang mumpuni.

“Sebenarnya sih kalau pimpinan itu tinggal bagaimana mengelola manajerial di dalam. Sebenarnya enggak ada garansi yang lama dan baru jadi ketua akan menjadi lemah. Tinggal bagaimana konsolidasi oleh pimpinan baru,” ujarnya saat dihubungi Banten Raya, Selasa (10/9).

Dosen FISIP Untirta itu menjelaskan bahwa tidak ada garansi wajah baru maupun lama menjadi pimpinan yang baik. Justru baginya, pimpinan wajah baru memiliki kelebihan karena mereka masih sulit dibaca karakternya sehingga pihak luar akan lebih segan.“Kalau yang baru itu kita belum tahu kelemahannya. Kelebihan wajah baru itu kita tidak tahu kelemahannya,” katanya.

Menurutnya, yang terpenting bagi siapa pun yang menempati jabatan politik, terutama di posisi strategis, adalah kemampuan komunikasi dan konsolidasi. Sebab, bagaimana pun mereka harus mengakrabkan diri dengan internal legislatif maupun eksekutif.  

“Dia harus mampu mengakomodasi semua kalangan, karena bagaimana pun legislatif main di dua wilayah. Bagaimana pimpinan DPRD melakukan komunikasi dengan gubernur supaya sinkron. Jangan sampai juga pimpinan baru, mentang-mentang baru kemudian emosional baru, sehingga tidak mau bersahabat dengan eksekutif,” ungkapnya.

Meski demikian, tak dipungkiri bahwa pimpinan baru tetap harus melakukan beberapa penyesuaian. Di antaranya cepat memahami tugas dan fungsi legislatif dan mampu memelajari karakteristik anggota karena anggota masing-masing punya emosional yang berbeda.“Lalu yang ketiga itu bagaimana mereka mampu melakukan komunikasi antara DPRD dengan eksekutif dengan baik. Itu penting,” tuturnya.

Ketua sementara DPRD Provinsi Banten Andra Soni mengatakan bahwa penetepan pimpinan DPRD bisa dilakukan jika seluruh parpol yang mendapat jatah kursi pimpinan telah menyetor usulannya. Hingga kemarin baru Gerindra dan PKS yang telah menyetorkan usulan. Pihaknya masih menunggu hal serupa dari PDIP, Golkar, dan Demokrat.

“Kalau usulan sudah masuk langsung kita umumkan. Harus diumumkan dan kemudian diproses melalui Kemendagri. Itu memerlukan waktu 14 hari. Setelah 14 hari baru kita tetapkan di sini, pelantikan juga namanya,” ujarnya.

Disinggung soal batas waktu penyerahan usulan ke DPRD, dia mengaku tak mematoknya. Akan tetapi, alangkah baiknya hal itu bisa dilakukan secepat mungkin. Sebab, masih ada sejumlah agenda yang mesti segera dibahas oleh DPRD.

“Kan ini cuma proses internal karena terkait kebijakan partai. AKD (alat kelengkapan DPRD-red) hanya bisa dibentuk oleh pimpinan definitif. Kita Harus running karena kita juga bakal membahas APBD tahun anggaran 2020 yang menyangkut banyak hal,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, masing-masing parpol yang mendapat kursi pimpinan DPRD Banten telah menetapkan siapa yang akan menempati posisi tersebut. Gerindra mengajukan Andra Soni, PDIP mengajukan Bahrum (wajah baru), Golkar mengajukan Fahmi Hakim (wajah baru), PKS mengajukan Budi Prajogo, dan Demokrat mengajukan M Nawa Said Dimyati. (dewa/tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook