Pembunuh Anak Dua Tahun Divonis 10 Tahun

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Rabu, 11 September 2019 - 15:39:32 WIB   |  dibaca: 335 kali
Pembunuh Anak Dua Tahun Divonis 10 Tahun

MENDENGARKAN : Terdakwa pembunuh anak usia 2 tahun usai mendengarkan pembacaan putusan oleh Majelis Hakim PN Serang, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Serang memvonis Hermawan (32), terdakwa pembunuh Junata (2), yang merupakan anak tirinya, 4 Maret 2019 lalu, divonis 10 tahun penjara.

"Terdakwa Hermawan terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan pembunuhan, dijatuhkan vonis 10 tahun penjara dikurangi masa tahanan," kata Ketua Majelis Hakim Atep Sopandi disaksikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Serang Nia Yuniawati, terdakwa Hermawan dan penasehat hukumnya Syarif Hidayatullah. Hermawan terbukti melanggar Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Vonis yang dijatuhi oleh majelis hakim tersebut, terbilang lebih ringan jika dibandingkan dengan tuntutan JPU 14 tahun penjara. "Hal memberatkan perbuatan terdakwa membuat korban meninggal dunia. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya, bersikap sopan dalam persidangan dan terdakwa mengaku tidak akan mengulangi perbuatannya," ujarnya.

Berdasarkan fakta persidangan, kasus penganiayaan dan pembunuhan Junata yang terjadi di kampung Ranca Gede, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang itu, bermula saat Hermawan dan istrinya Jarmi mengobrol di dalam kamar soal masalah ekonomi keluarga. Hermawan sempat menasihati istrinya agar tidak mengeluh dan menangis. Bahkan Hermawan sempat menyarankan mencari pinjaman jika tidak memiliki uang untuk belanja. Namun Jarmi memberikan jawaban yang menyinggung pelaku.

Emosi dengan perkataan istrinya, Hermawan langsung mencekiknya. Namun Jarmi berhasil melepaskan diri dari tangan suaminya tersebut. Tidak puas dengan perlakuan kasarnya, Hermawan langsung mengambil sebilah arit di pojok kamar.

Melihat suaminya mengambil arit, Jarmi langsung melarikan diri untuk mencari pertolongan ke warga. Disaat bersamaan, anak tirinya Junata (2) yang tengah tidur terbangun. Melihat anak tirinya terbangun, Hermawan langsung memukul bocah tersebut dengan gagang arit ke kepala bagian belakang dan wajah.

Tidak puas sampai disitu, Hermawan langsung membacokkan arit tersebut ke leher dan pipi kiri korban. Ketika istrinya datang kembali ke rumah, bocah tidak berdosa tersebut sudah tidak bernyawa sementara Hermawan langsung melarikan diri dan berhasil diamankan warga di sekitar proyek Kawasan Industri Modern.

Setelah mendengarkan pembacaan putusan dari majelis hakim, terdakwa Hermawan sempat menyatakan keberatan atas putusan tersebut. Namun setelah melakukan konsultasi dengan penasehat hukumnya Syarif Hidayatullah, dan JPU, ia  menerima putusan tersebut. "Kakebelan hukumana (Kelamaan hukumannya). Ya sudah terima yang mulia," katanya. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook