Ekonomi Lesu, Penjualan Kendaraan Pickup Turun

nurul roudhoh   |   Bisnis  |   Kamis, 12 September 2019 - 11:57:32 WIB   |  dibaca: 30 kali
Ekonomi Lesu, Penjualan Kendaraan Pickup Turun

IRIT: Kepala Cabang Tunas Daihatsu Cilegon Dedi Marantina berpose disamping kendaraan Daihatsu Gran Max di dilernya, Rabu (11/9).

CILEGON, BANTEN RAYA – Penjualan mobil niaga kecil atau mobil pikc up di Kota Cilegon mengalami penurunan cukup drastis selama periode Januari-Agustus 2019. Pada kurun waktu tersebut, penjualan pick up turun 27 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Penyebab utama lesunya penjualan mobil pikap lantaran pertumbuhan ekonomi sedang melambat dan kenaikan tarif pajak kendaraan bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) awal tahun lalu.“Turunnya) derstis. Bahkan hampir sumua merek juga mengalami hal yang sama,” kata Kepala Cabang Tunas Daihatsu Cilegon Dedi Marantina saat ditemui Banten Raya didilernya, Rabu (11/9) kemarin.

Dedi menjelaskan, faktor lain penyebab melambatnya mobil niaga kecil, karena penetapan DP pembelian mobil pikc up dari lising cukup besar sekitar 20-25 persen dari harga jual kendaraan. Akibatnya, masyarakat menahan pembelian kendaraan karena setara dengan DP pembelian kendaraan mobil punumpang.

“Tak hanya itu, efel pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan BUMN dan bebarapa perushaan lain di Kota Cilegon, juga turut beprengaruh terhadap penurunan permintaan kendaraan. Karena yang tadinya mau beli mobil, karena ada PHK membatalkan dan menahan pembelian kendaraan,” ungkap Dedi.

Selain faktor PHK, masih kata Dedi, dampak kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Banten juga berakibat menurunnya daya beli masyarakat melakukan pembelian kendaraan niaga.“Hasil bumi sekarang ini kan lagi kurang bagus karena dampak kemarau. Hasil petani digunung berkurang, padi banyak yang puso atau mati karena kekeringan,” katanya.

Selain faktor alam, Dedi menambahkan, lambatnya pembayaran proyek pemerintah kepada sejumlah pengusaha juga turut andil mempengaruhi pembelian kendaraan.“Termasuk faktor belanja pemerintah. Jadi kami punya nasabah (pengusah), karena pembayaran tagihannya belum dilunasi, akhirnya menunda untuk pembelian kendaraan,” jelas Dedi.

Kendati pasar mobil niaga kecil sedang lesu Dedi optimistis, penjualan akan kembali normal menjelang akhir tahun ini.“Karena biasaya kalau historty otomotif itu, diakhir tahun  sih biasanya naik. Mudah-mudahan terulang kembali di tahun ini,” pungkasnya. (ismet)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook