Ratusan Warga Pasar Kemis Terserang ISPA

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Kamis, 12 September 2019 - 14:40:22 WIB   |  dibaca: 63 kali
Ratusan Warga Pasar Kemis Terserang ISPA

PENGOBATAN : Sejumlah warga Perumahan Cluster Sukamantri Residence, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis melakukan pemeriksaan kesehatan saat tim medis Puskemas Pasar Kemis menyambangi komplek perumahan tersebut, beberapa waktu lalu.

KAB. TANGERANG, BANTEN RAYA - Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyakit peringkat kedua di Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.Berdasarkan data dari Puskesmas Pasar Kemis dari Januari hingga Mei 2019 mencapai 373 orang. Jumlah itu diprediksi akan bertambah. Selain berada di kawasan berdebu dampak dari industri, juga dipicu pola hidup yang kurang sehat.

Salah seorang dokter di Puskemas Pasar Kemis, Istiana mengungkapkan, ISPA merupakan penyakit peringkat kedua setelah penyakit hipertensi atau darah tinggi yang banyak dikeluhkan masyarakat. Pada 2018, pihaknya menerima kunjungan pasien penyakit ISPA mencapai 1.636 orang atau menduduki peringkat kedua setelah penyakit hipertensi.

“Tahun ini, sampai Mei mencapai 373 kunjungan pasien penderita ISPA dan diperkirakan akan terus bertambah sampai Desember,” kata Istiana kepada wartawan saat ditemui di Puskesmas Pasar Kemis, Rabu (11/9).

Menurut Istiana, penderita ISPA di wilayah Kecamatan Pasar Kemis cukup tinggi. Selain wilayah yang berdebu dampak dari banyaknya industri, juga dipicu pola hidup masyarakat yang kurang sehat.

Dijelaskan Istiana, penyakit ISPA bukan hanya disebabkan bakteri, melainkan juga dari alergi dan debu. “Kami sudah menyosialisasikan program Germas (Gerakan masyarakat hidup sehat-red) ke masyarakat agar penyakit ISPA bisa ditekan,” tuturnya.

Istiana berharap, masyarakat rutin berkonsultasi ke puskesmas ketika ada keluhan. Pihaknya sudah menyediakan spesialis konseling bagi masyarakat yang ingin konsultasi. “Menjaga kesehatan lebih baik daripada mengobati,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pasar Kemis, Salwah mengataka di musim kemarau seperti saat ini, masyarakat harus tingkatkan kewaspadaan pada penyakit ISPA dan diare. “Masyarakat harus waspada pada penyakit ISPA dan diare,” katanya.

Penanggulan ISPA dan diare, lanjut Salwah, dengan perilaku hidup bersih dan sehat, sebelum makan cuci tangan, jangan buang air besar sembarangan, penggunaan air bersih, serta diharapkan kepada anak-anak agar tidak jajan sembarangan. “Kewaspadaan di tingkat puskesmas terus kita koordinasikan tiap minggu, Senin pagi biasanya kita menerima laporan dari tiap-tiap bidan desa,” tutupnya.

Di tempat yang sama, salah satu warga Kecamatan Pasar Kemis, Hendra (24) yang datang ke Puskesmas untuk berobat mengaku, sering terkena penyakit ISPA lantaran setiap hari sering menghirup debu dari  industri. “Sudah beberapa hari ini mengalami sakit tenggorokan. Setelah diperiksa ternyata kena ISPA,” katanya. (imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook