Gelas Kemasan Air Mineral Bekas Jadi Lampu Hias

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Jumat, 13 September 2019 - 11:26:55 WIB   |  dibaca: 47 kali
Gelas Kemasan Air Mineral Bekas Jadi Lampu Hias

BOJONEGARA – Pemerintah Desa Kertasana, Kecamatan Bojonegara, merencanakan pemanfaatan sampah gelas kemasan air mineral. Sampah plastik itu akan didaur menjadi tudung lampu untuk menghiasi lingkungan RW 003, Kampung Kubanggabus. Ide itu inisiatif anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil Bojonegara.

Kepala Desa Kertasana Supandi mengaku, sudah memulai gotong royong membersihkan lingkungan Kubanggabus dari sampah sejak pekan lalu.Sampah yang terkumpul dipilah. Sampah nonorganik dari plastik dijadikan tudung lampu. Kemasan air mineral bekas yang telah dimodifikasi itu, kemudian akan dicat bermacam warna.“Setelah itu, baru deh kita gantung di sepanjang jalan Kampung Kubanggabus,” jelas Supandi kepada Radar Banten di ruang kerjanya, Kamis (12/9).

Untuk membuat Kubanggabus hijau, Supandi menyatakan, pihaknya telah merencanakan kegiatan penghijauan. Pohon yang akan ditempatkan di beberapa lokasi di Kubanggabus pun tak tanggung-tanggung. Pemerintah Desa Kubanggabus disebutkan telah menyediakan pohon bonsai. “Pohonnya sudah kita persiapkan, tinggal tanam,” tegas Supandi.

Persiapan Pemerintah Desa Kertasana itu sesuai penunjukan Kubanggabus untuk mewakilinya pada Lomba Kampung Bersih dan Aman Kabupaten Serang 2019. Menurut Supandi, pemilihan Kubanggabus lantaran perkampungan tersebut letaknya strategis dan memiliki akses jalan yang bagus.“Dekat dengan kantor desa (Kertasana-red) dan posisi jalan di tengah rumah-rumah warga,” ungkap Supandi.

Soal pengelolaan sampah, Supandi mengaku, telah memikirkannya. Pemerintahannya mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Delanja Desa (APBDes) Kertasana 2019 untuk membeli tong sampah. “Nanti, kita pasang di setiap gang kampung,” katanya.

Saat ini, Supandi mengakui, Kubanggabus belum bisa memenuhi empat persyaratan Kampung Bersih dan Aman 2019. Selain harus memiliki tempat pembuangan sampah (TPS), setiap RW juga harus memiliki sistem keamanan lingkungan (siskamling), kelompok pemuda sadar lingkungan, dan kelompok sadar hukum. “Nanti, akan kita lengkapi,” tegasnya.

Warga Kubanggabus yang mengaku bernama Rojali menyatakan kesiapannya melakukan gotong royong membersihkan kampungnya. Kekompakan warga dan pemuda Kubanggabus, menurutnya, menjadi andalan.“Warga masih pada kompak. Tinggal dikasih surat imbauan gotong royong saja dari desa, pasti langsung kumpul,” pungkasnya. (mg06/don/ira)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook