3 Km Irigasi Pasar Kranggot Butuh Pengerukan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 13 September 2019 - 12:15:39 WIB   |  dibaca: 50 kali
3 Km Irigasi Pasar Kranggot Butuh Pengerukan

RAKOR : Camat Jombang, AH Junaedi (pegang mix) memimpin Rakor di Kantor Kecamatan, Kamis (12/9).

CILEGON, BANTEN RAYA – Sepanjang 3 Kilometer (Km) irigasi Pasar Kranggot mengalami pendangkalan. Untuk dinormalisasi, butuh pengerukan menggunakan alat berat.
Demikian disampaikan Camat Jombang, AH Junaedi usai koordinasi (Rakor) dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk proses normalisasi irigasi Pasar Kranggot, Kamis (12/9).Junaedi mengatakan, ada kurang lebih 3 kilometer panjang irigasi Pasar Kranggot yang harus dinormalisasi.

Dikatakan, bersih-bersih yang dilakukan bersama warag sebelumnya hanya mengangkat sampah yang berada di irigasi tersebut. Sehingga dibutuhkan alat berat untuk mengeruknya, dan yang punya alat berat adalah DInas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dan Disperindag Cilegon. “Kami meminta ini karena sebenarnya ini menjadi tanggungjawab OPD. Sebab anggaran juga ada disana,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, pihaknya telah menyampaikan harapannya ke dinas terkait  dalam rakor tersebut.“Sampahnya sudah bersih. Namun karena sudah banyak tanah maka harus dilakukan pengerukan, sehingga irigasi tidak lagi dangkal,” imbuhnya.

Kepala Seksi (Kasi) Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Jombang, Muhidin menambahkan, pada rapat tersebut hanya Disperindag Cilegon yang akan menurunkan alat berat, sementara DPUTR yang menjadi pemangku kebijakan dan anggaran tidak bisa menurunkan alat karena acaranya bersamaan dengan acara Jumat Bersih yang dilakukan Pemkot Cilegon di Jalan Lingkar Selatan (JLS).“Satu alat berat eksavator saja dari Disperindag yang turun. Sementara DPUTR alasannya akan menurunkan pada Jumsih di Jalan Lingkar Selatan (Jalan Aat-Rusli-red),” ungkapnya.

Muhidin menyatakan, irigasi Pasar Kranggot menjadi salah satu penyebab adanya banjir di sejumlah lingkungan, khususnya di Kelurahan Sukmajaya.“Kalau tersumbat maka air meluap. Ini kami antisipasi sebelum datang musim hujan dimana sejumlah lingkungan banjir akibat pendangkalan dan kotornya irigasi,” tegasnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook