Penanganan Sampah Baru 70 Persen

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 13 September 2019 - 12:25:22 WIB   |  dibaca: 101 kali
Penanganan Sampah Baru 70 Persen

SIRAM TANAMAN : Walikota Cilegon, Edi Ariadi menyiram tanaman yang diberi pupuk hasil pengolahan IPS Masar di Lingkungan Serdag, Kotabumi, Purwakarta, kemarin.

CILEGON, BANTEN RAYA - Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengatakan, berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon volume sampah yang dihasilkan perharinya mencapai angka 1.345,05 M3. Dari volume tersebut, baru 70 persen yang dapat ditangani oleh Dinas LH Kota Cilegon.

Hal tersebut disampaikan Edi saat peresmian Industri Pengolahan Sampah (IPS) Manajemen Sampah Zero Sampah (Masaro) di Lingkungan Serdag, Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Kamis (12/9).

“Dinas LH telah melakukan banyak upaya dalam menangani persoalan sampah di Kota Cilegon. Selain upaya yang telah kita lakukan perlu ada juga kesadaran dari masyarakat serta dukungan dari dunia usaha, yaitu salah satunya melalui pengembangan IPS Masaro ini, harapan kami program yang saat ini sedang dikembangkan oleh PT CAP dapat diikuti juga oleh perusahaan lain yang bergerak di sektor industri di Kota Cilegon,” tuturnya.

Hadior dalam acara ini, Wakil Walikota Tegal, Muhammad Jumadi, Direktur PT Chandra Asri Petrochemical (CAP), Perwakilan dari ITB selaku pencetus Masaro yaitu Jaenal Abidin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon beserta jajaran manajemen, Unsur Forkopimda Kota Cilegon, serta masayarakat sekitar Lingkungan Serdag.

Edi dalam sambutannya mengapresiasi PT CAP atas langkah kongkrit dalam rangka mengatasi persoalan sampah di Kota Cilegon. “Saya menyambut baik langkah ini, semoga dengan dioperasikannya IPS Masaro ini dapat mewujudkan sinergitas antara Pemerintah Daerah, masyarakat, dan dunia industri dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Cilegon, permasalahan persampahan di Kota Cilegon dapat teratasi dengan baik, sehingga dapat menghadirkan nilai manfaat yang baik bagi pemeerintah daerah, masyarakat maupun dunia industri,” kata Edi.

Edi menjelaskan, pihaknya telah melakukan  program pengelolaan sampah terpadu (Integrated Solid Waste Manajement) dengan membangun transfer depo di setiap kecamatan dan TPS 3R yang tersebar di seluruh wilayah Kota Cilegon. “Perlu kita ketahui bersama saat ini sudah terbangun 5 trans depo di 5 Kecamatan diantaranya yaitu Jombang, Cibeber, Citangkil, Grogol dan yang terbaru di kecamatan Purwakarta,” terangnya.

Kedepannya, Edi berharap, dengan konsep IPS Masaro ini merupakan langkah tepat bagi penanganan persoalan sampah di Kota Cilegon dan juga diharapkan mampu menghasilkan sumber energi baru bagi pembangunan, mewujudkan kelestarian lingkungan hidup di Kota Cilegon serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kota Cilegon.

“Semoga konsep IPS Masaro ini dapat segera dikenal luas oleh masyarakat, sehingga masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam penanganan sampah di Kota Cilegon. Disamping itu, secara ekonomis masyarakat juga bisa mendapatkan penghasilan lain atas upaya tersebut, dan juga kedepannya IPS Masaro ini bisa bekerjasama dengan sekolah-sekolah yang ada di Kota Cilegon guna mengedukasi para siswa dan siswi akan pentingnya kebersihan,” ujarnya.

Senior Manajer CSR PT CAP, Abraham Sinatrawan mengatakan, pengolahan sampah IPS Masaro tersebut akan dibina pihaknya. Hingga, naninya bisa menghasilkan secara ekonomis dalam kapasitas yang besar, pihaknya akan melepas pembinaan IPS Masaro agar beridiri mandiri. “Kami juga terus mengembangkan teknologi untuk pengembangan IPS Masaro hingga bisa memorduksi dalam jumlah yang besar untuk memenuhi permintaan pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam pengelolaan IPS Masaro, pihaknya terus melakukan pengembangan di perumahan yang padat penduduk dengan hasil sampah yang besar. Di sekitar tempat tersebut, dekat dengan Perumahan PT CAP. “Kita dorong karyawan yang ada di sekitar Perumahan Chandra Asr dulu.

Kendalanya saat ini produksi ini yaitu kemalasan warga memilah sampah organik dan anorganik. Makanya kita beri insentif kepada masyarakat yang menyetor sampah dengan cara dipilah, insentifnya berupa voucher belanja sembako,” terangnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook