Pelajar Diajak Bijak Gunakan Medsos

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 13 September 2019 - 12:29:07 WIB   |  dibaca: 44 kali
Pelajar Diajak Bijak Gunakan Medsos

BERI ARAHAN : Asda I Setda Kota Cilegon, Dana Sujaksani memberikan arahan dan membuka acara penyuluhan hukum, Kamis (12/9).

CILEGON, BANTEN RAYA – Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon menggelar kegiatan penyuluhan hukum, Kamis (12/9). Dalam kegiatan yang digelar di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Cilegon tersebut pelajar diberikan pemahaman soal aturan atau Undang-undang informasi dan transaksi elektronik (ITE), bahaya narkoba dan pernikahan dini.

Hadir dalam acara tersebut, Asisten Daerah (Asda) III Setda Kota Cilegon, Dana Sujaksani, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cilegon, Mahfudin, Wakil Kepala SMAN 2 Cilegon, Sibromalisi, Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setda Kota Cilegon, Agung Budi Prasetya.

Dana dalam sambutannya, menyatakan, saat ini bukan hanya orang dewasa yang menggunakan media sosial (Medsos), namun pelajar juga menggunakan sebagai media komunikasi dan berekspersi.

Dalam penggunaannya, pelajar diharapkan tidak berlebihan dan bertentangan dengan aturan, sehingga nantinya bisa berurusan dengan penegakan hukum.Dana berharap, dengan penyuluhan hukum yang dilakukan oleh pemerintah itu menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran pelajar agar menggunakan medsos dengan bijak.“Anak buah saya (Staf_red) pernah dijemput (Polisi) karena dugaan pelanggaran UU ITE. Artinya apa, semuanya harus bijak dalam menggunakan media sosial, jangan sampai justru medsos membawa dampak buruk,” katanya, kemarin.

Bukan hanya soal medsos, Nana menyampaikan, pelajar juga diberikan pemahaman soal bahaya narkoba, sehinga sebagai generasi muda bisa terhindar.“Ini penting juga karena narkoba itu berbahaya. Pokoknya dengan pengetahuan yang sudah diberikan siswa tidak mencoba-coba,” imbuhnya.

Kabag Hukum Setda Kota Cilegon, Agung Budi Prasetya menyatakan, satu lagi yang biasa menjadi problematika pelajar atau remaja ialah seks bebas dan pernikahan dini. Dengan adanya penyuluhan hukum itu diharapkan pelajar mengetahui akan dampak pernikahan dini terhadap masa depannya. Sebab, pelajar masih memiliki cita-cita dan masa depan yang harus diraih.“Seks bebas juga hal yang berbahaya. Ini kami berikan pemahaman agar siswa mengetahuinya. Lebih penting meraih cita-cita dari pada terjerumus dalam persoalan seks dan pernikahan dini,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala SMAN 2 Cilegon, Sibromalisi, memberikan apresiasi atas program penyuluhan yang diberikan kepada para siswanya. Dengan penyuluhan hukum, pelajar memiliki tambahan pengetahunan dan  pemahaman soal yang bisa saja terjadi, antara lain pelanggaran ITE, narkoba dan pernikahan dini. “Penyuluhan ini manfaatnya sangat besar untuk pelajar. Ini bisa menjadi antisipasi agar pelajar paham benar soal konsekuensi hukum,” tutupnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook