Hipmi Lebak Cetak Sejarah

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Jumat, 13 September 2019 - 12:31:38 WIB   |  dibaca: 60 kali
Hipmi Lebak Cetak Sejarah

DILANTIK: Ketua Umum BPD Hipmi Banten Dedi Muhdi melantik pengurus BPC Hipmi Lebak di aula Hotel Mutiara, Kalanganyar, Kamis (12/9).

LEBAK, BANTEN RAYA- Badan Pimpinan Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Lebak berhasil mencetak sejarah dalam pembentukan kepengurusan organisasinya.

Hal itu disampaikan Ketua Umum BPD (Badan Pimpinan Daerah) Hipmi Banten Dedi Muhdi saat menghadiri acara pelantikan ketua dan anggota BPC Hipmi Lebak di aula gedung Hotel Mutiara, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar.

"Pelantikan BPC Hipmi Lebak, hari ini adalah tonggak sejarah devinitif Hipmi Lebak. Sebelumnya sudah ada sebenarnya, tapi belum devinitif selalu plt, plt," kata Ketua Umum BPD Hipmi Banten Dedi Muhdi di Hotel Mutiara, Kamis (12/9).

Dedi mengucapkan syukur, di bawah kepemimpinan Osep Mulyawan Karis terbentuk kepemimpinan Hipmi Lebak yang devinitif. "Kepemimpinan Hipmi Lebak devinitif sudah saya SK-kan. Harapannya ke depan Hipmi Lebak terus bisa menjalankan organisasi, terus menularkan virus semangat kewirausahaan bagi kalangan muda," katanya.

Dedi juga berharap, Hipmi Lebak dapat mendorong terciptanya pengusaha muda. Meningkatkan pengusaha muda dari level kecil menengah, dari menengah ke besar, bukan kecil mengecil tapi kecil membesar.  

"Lalu bersinergi dengan pemda, bukan berharap konteksnya proyek tapi konteksnya bagaimana mengembangkan, bagaimana daerah memajukan usaha masyarakat. Hipmi dengan program kewirausahaannya juga tujuannya membangun masyarkat. Jadi di situ bisa sinergi sama-sama punya visi bagaimana membangun masyarakat lebih maju," katanya.

Dedi mengungkapkan, Hipmi adalah tempat berkumpul, bernaungnya para pengusaha muda dan juga meningkatkan kelas para anggota Hipmi dari pengusaha kecil menjadi besar. Hipmi mendorong terciptanya pengusaha muda kalangan nasional dan daerah.

"Program Hipmi jelas, ada Hipmi go to kampus agar lulus kuliah tidak menjadi pekerja, PNS tapi ada profesi menarik menantang yaitu bagaimana menjadi seorang pengusaha. Lalu Hipmi go pesantren tidak hanya menyampaikan gagasan santri menjadi entrepreneur tapi juga kerjasama dengan asosiasi ritel Indonesia membuka usaha dikelola oleh santri," katanya.

Ketua Umum BPC Hipmi Lebak Osep Mulyawan Karis mengatakan, Hipmi Lebak sudah berjalan bangun pondasi sektor kewirausahaan sampai tingkat desa. "Alhamdulilah saya bisa janij BPC Hipmi Lebak diisi pengusaha muda dengan usaha berbeda-beda, bukan hanya satu profesi" katanya.

Osep menegaskan, kalau hanya satu profesi, bisa dipastikan di dalamnya berebut proyek. Kalau di Hipmi harus siap menjadi penghulu. "Harus mengawinkan pengusaha ini dengan pengusaha lainnya. Sudah beberapa terjadi perkawinan dini tapi perkawinan direstui, insya Allah Hipmi menggelorakan semangat kewirausahaan," katanya.

Osep mengatakan bahwa Hipmi wadah kewirausahaan yang tidak ada penekanan kepada anggotanya. "Tidak ada penekanan termasuk uang kas gak ada, karena memang kedatangan mereka keterpanggilan seperti contoh beberapa pengusaha di Jakarta yang memang KTP-nya Lebak, tapi memang mereka ingin eksistensi mereka ingin diakui di Lebak dan ingin berbuat lebih untuk kabupatennya," katanya. (purnama/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook