Warga Keluhkan Kemacetan di Kampus Faletehan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 13 September 2019 - 12:56:26 WIB   |  dibaca: 79 kali
Warga Keluhkan Kemacetan di Kampus Faletehan

MACET: Kendaraan terjebak kemacetan akibat adanya kegiatan di kampus Faletehan, Pelamunan, Kamis (12/9).

SERANG, BANTEN RAYA- Pengguna jalan raya Serang-Cilegon, tepatnya di Desa Pelamunan, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, mengeluh kemacetan lalu lintas akibat adanya kegiatan wisuda di Universitas Faletehan pada Rabu dan Kamis (11 dan 12/9).

Asep, pengguna jalan warga Toyomerto mengaku kesal karena terjebak kemacetan cukup panjang akibat kegiatan kampus STIKes Faletehan. Asep berpendapat, seharusnya penyelenggara kegiatan sudah bisa mengantisipasinya.

"Mungkin hal seperti ini harus diantisipasi oleh pihak pelaksana acara, apalagi melibatkan banyak massa yang membawa kendaraan. Kasian pengguna jalan lainnya terkena dampak kegiatan itu. Saya juga terjebak macet cukup lama," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Asep menambahkan, kejadian seperti ini bukan untuk pertama kalinya saja. Setiap kali STIKes Faletehan melaksanakan kegiatan, jalan raya Serang-Cilegon sudah dipastikan terkena dampak kemacetan."Selalu macet kalau ada kegiatan di sana. Baik dari arah Cilegon maupun dari Serang," tambahnya.

Asep berharap ke depan manajemen STIKes Faletehan bisa mengantisipasi kondisi tersebut. Jangan sampai pengguna jalan menjadi korban demi kepentingan kampus tersebut.
 "Saya sebagai pengguna jalan menginginkan hal ini tidak terulang di kemudian hari dan saya yakin mereka punya solusinya," tegasnya.

Anggota DPRD Banten dapil Kabupaten Serang dari Partai Amanat Nasional (PAN) Ishak Sidik juga mengeluhkan kondisi tersebut. Menurutnya, sudah dua hari belakangan ini jalan dari arah Kramatwatu menuju Serang, dan dari arah sebaliknya mengalami kemacetan akibat adanya kegiatan di kampus Faletehan. Menurutnya, antrean kendaraan cukup panjang, yakni mencapai 1 kilometer (KM) lebih.

"Akibat kemacetan ini masyarakat dirugikan. Pengguna jalan, baik angkutan kota (angkot) maupun kendaraan pribadi serta mobil angkutan barang menjadi terlambat perjalanannya. Untuk bisa menembus kemacetan satu kilometer ini butuh waktu satu jam lebih.

Meski sudah diatur oleh aparat kepolisian (Polsek Kramatwatu), tapi tetap saja kemacetan tidak bisa dihindari. Saya kira pihak kampus harus menyediakan lahan parkir yang memadai, agar ketika ada acara seperti ini tidak menimbulkan kemacetan. Solusi lain, sewa gedung yang lebih representatif," ujar Ishak yang juga warga Krawatwatu ini.

Sementara itu, Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Faletehan Andiko Nugraha Kusuma tidak merespon konfirmasi Banten Raya terkait keluhan masyarakat atas kondisi kemacetan akibat kegiatan wisuda tersebut. Pihak manajemen kampus pun tidak ada yang mau memberikan keterangan ketika wartawan Banten Raya mendatangi kampus tersebut untuk konfirmasi. (darjat/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook