Kejati Didesak Usut Korupsi Genset Jilid II

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 13 September 2019 - 15:06:35 WIB   |  dibaca: 42 kali
Kejati Didesak Usut Korupsi Genset Jilid II

UNJUK RASA: Massa dari Koalisi Mecusuar Banten (KMB) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi Banten, mendesak Kajati melanjutkan kasus tindak pidana korupsi pengadaan Genset RSUD Banten, Kamis (12/9).

SERANG, BANTEN RAYA- Puluhan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mengatasnamakan Koalisi Mecusuar Banten (KMB) mendesak Kejaksaan Tinggi Banten melanjutkan kasus tindak pidana korupsi pengadaan genset Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten jilid II yang diduga masih ada tiga orang yang ikut bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

Juru Bicara KMB Roy Mukhlis meminta Kejati Banten untuk menindaklanjuti kasus korupsi genset di RSUD Banten tahun 2015 yang telah menjerat tiga orang yaitu Plt Direktur RSUD Banten dr Sigit Wardoyo, Direktur CV Megah Tehnik Endi Suhendi dan M Adit Hirda Restian selaku tim survei.

"Dalam amar putusan atas nama dr Sigit dan berdasarkan fakta-fakta persidangan menyatakan ada tiga orang yang patut untuk dimintai keterangan atas jabatan dan kedudukannya yang tidak melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya," kata Roy saat unjuk rasa di depan kantor Kejati Banten, Kamis (12/9).

Menurut Roy, ketiga orang yang patut diduga terlibat yaitu Sri Mulyati selaku Kabag Umum PPTK sekaligus sekretaris tim survei dan koordinator PPTK, Akhrul Apriyanto selaku Wakil Direktur RSUD Banten sekaligus ketua tim survei, serta Hartati Andarsih selaku PPTK dan anggota tim survei."Atas dasar jabatan dan kedudukan ketiga orang itu patut untuk dimintai pertanggungjawaban karena mengakibatkan terjadinya kerugian negara," ujarnya.

Untuk itu, Roy dalam aksi unjuk rasa tersebut mendesak Kejati Banten segera meningkatkan status ketiga orang tersebut (Sri Mulyati, Akhrul Apriyanto, serta Hartati Andarsih) yang sebelumnya menjadi saksi menjadi tersangka."Kejati harus segera melakukan pendalaman, pemeriksaan dan menetapkannya menjadi tersangka baru pada kasus pengadaan genset RSUD Banten tahun 2015 lalu," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) pada Kejati Banten Holil Hadi mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari LSM yang mengatasnamakan KMB tersebut, dan pihaknya segera menindaklanjutinya."Kita akan tindaklanjuti laporannya. Penanganan kasus itu tidak bisa cepat karena Kejati Banten sedang menangani perkara lain," katanya singkat.

Diketahui sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Serang menjatuhkan hukuman berbeda kepada tiga terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan genset RSUD Banten tahun 2015 senilai Rp 2,2 miliar. Ketiganya yaitu mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten yang juga mantan Plt Direktur RSUD Banten Sigit Wardojo, staf RSUD Banten M Adit Hirda Restian, dan Direktur CV Megah Teknik. Endi Suhendi.

Majelis Hakim yang diketuai Epiyanto menyatakan ketiganya bersalah melanggar pasal 3 undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dalam dakwaan primer.
 
Sigit Wardojo terbukti divonis selama 1 tahun 4 bulan penjara, dan membayar denda Rp 50 juta. Sedangkan Endi divonis selama 1 tahun kurungan dan denda Rp 50 juta serta membayar uang pengganti sebesar Rp 583 juta. Sementara Adit, divonis selama 1 tahun kurungan dan denda Rp 50 juta. (darjat/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook