Pemkot Berikan Toleransi, Izinkan Auning PKL Rau

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 13 September 2019 - 15:42:30 WIB   |  dibaca: 160 kali
Pemkot Berikan Toleransi, Izinkan Auning PKL Rau

SERANG, BANTEN RAYA – Janji Walikota Serang Syafrudin akan menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) yang kembali mendirikan lapak baja ringan di Pasar Induk Rau tepatnya di Jalan Cinanggung, depan Terminal Blok M tak terealisasi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memberikan toleransi kepada para PKL. Toleransi itu sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Serang, agar para pedagang tetap bisa mendapatkan penghasilan, hingga uji kelayakan gedung Pasar Rau selesai dilaksanakan.

Kepastian itu mencuat saat para perwakilan pedagang beraudiensi dengan Walikota Serang Serang Syafrudin, Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin, dan para kepala OPD lainnya di ruang kerja walikota lantai 2 Setda Puspemkot Serang, Kota Serang, Kamis (12/9).

Diberitakan sebelumnya, para PKL di depan Terminal Blok M yang lapaknya ditertibkan oleh Pemkot, kembali mendirikan bangunan dari rangka baja ringan. Pendirian lapak baja ringan itu karena tidak ada kejelasan terkait tempat relokasi para PKL. Sehingga keberadaan lapak itu kembali menimbulkan kesemrawutan di sepanjang Jalan Cinanggung.

Walikota Serang Syafrudin mengatakan, toleransi tersebut disepakati bersama dengan koordinator pedagang, di beberapa blok yang ada di Pasar Rau. Namun, Syafrudin menegaskan bahwa pedagang tidak boleh menempati jalan.

“Pertama, kami menunggu study kelayakan masalah gedung. Kedua, untuk sementara ini para pedagang tidak menempati jalan, yang kegunaannya agar transportasi masyarakat supaya lancar,” kata Syafrudin, setelah melakukan audiensi dengan perwakilan pedagang.

Ia menuturkan, para pedagang pasar rau yang membangun lapak rangka baja ringan, harus dirapikan. Karena apabila panjangnya dua meter, maka harus disamaratakan semuanya. “Kemudian, pedagang harus merapikan auning-auning yang ada di pasar Rau. Jadi, harus rapih. Kalau misalkan lebar kedepannya dua meter, harus dua meter semuanya,” jelas Syafrudin.

Masih di lokasi yang sama, Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin mengungkapkan, seluruh perwakilan pedagang yang hadir dalam audiensi tersebut, bersepakat untuk tetap menjaga kerapihan di Pasar Rau.

“Jadi sebenarnya ini bukan dipersilahkan, melainkan dimaklumi untuk berjualan. Namun dibatasi hanya dua meter. Dua meter itu juga harus diseragamkan. Jadi sudah tidak boleh ada lagi lapak-lapak, tenda-tenda, yang melebihi dua meter menjorok ke jalan,” ujar Subadri.

Ia menegaskan, Pemkot Serang tidak akan melakukan penertiban di pasar Rau, hingga uji kelayakan gedung Pasar Rau selesai dilaksanakan. Namun untuk lapak rangka baja ringan yang menggunakan sempadan jalan, tetap akan dibongkar. “Jadi nanti hanya ada satu saja auningnya. Dan pemilik lahan pribadi, yang memakai garis sempadan jalan, itu akan dibongkar,” tegas dia.

Saat disinggung terkait apakah lapak tersebut terdapat pengelolanya, Subadri membantah hal tersebut. Karena menurut dia, berdasarkan pengakuan perwakilan pedagang yang hadir, lapak yang dibangun merupakan inisiatif dari pedagang sendiri.“Masing-masing. Tadi dimintai keterangan satu-satu, tidak ada yang mengakomodir, inisiatif sendiri saja,” katanya.

Mengenai uji kelayakan, masih kata Subadri, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk melakukan uji kelayakan itu. Ia pun berharap, uji kelayakan tersebut dapat segera selesai dilakukan.“Harapan kami ya segera selesai, agar kami dapat membuat kebijakan yang jelas. Jadi kami tetap memaklumi. Karena kasian kan anak istri mereka menunggu di rumah. Sebelum ada kelayakan diperbolehkan, tapi tetap menjaga kerapihan,” kata dia. (harir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook