Satpol PP Amankan Puluhan Miras

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 13 September 2019 - 15:44:08 WIB   |  dibaca: 146 kali
Satpol PP Amankan Puluhan Miras

BANDEL : Dua pengunjung terjaring razia petugas Satpol PP Kota Serang di salah satu tempat hiburan malam, Kamis (12/9).

SERANG, BANTEN RAYA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang mengamankan puluhan botol minuman keras (miras) saat menggelar razia di beberapa tempat hiburan malam di Kota Serang, Kamis (12/9) dini hari. Razia digelar bersama dengan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Serang.

Pantauan di lokasi, sempat terjadi penolakan saat petugas akan melakukan penggeledahan, dengan alasan tempat karaoke yang akan digeledah merupakan tempat yang disewa oleh salah satu petinggi militer. Sempat terjadi perdebatan, namun akhirnya disepakati bahwa yang boleh menggeledah hanya dua orang perwakilan, di antaranya Detasemen Polisi Militer.

Kepala Satpol PP Kota Serang Kusna Ramdani, mengatakan razia dilakukan karena merupakan sesuai amanat Perda Nomor 2 tahun 2010 tentang Penyakit Masyarakat. Dalam razia tersebut, pihaknya telah mengamankan tiga orang yang bukan suami istri, di salah satu hotel di Kota Serang. “Kami juga mendapatkan pelajar, masih berumur 16 tahun.

Tercatat bahwa dia masih bersekolah tingkat SMA, namun sekolahnya itu di luar Kota Serang yang tidak bisa saya sebutkan,” ujar Kusna, di Kantor Satpol PP Kota Serang, seusai memimpin razia.

Ia juga menyebutkan, pihaknya berhasil merazia sebanyak 68 botol miras, dari berbagai lokasi hiburan malam. Miras tersebut, lanjut Kusna, akan dimusnahkan pada momentum-momentum hari besar, baik nasional maupun daerah.

“Kami juga mendapatkan miras, kurang lebih 5 dus yang berisikan sudah dicatat ada 68 botol. Kami amankan mirasnya, nanti akan dimusnahkan pada acara-acara tertentu seperti HUT Kota Serang, ataupun HUT Satpol PP,” sebut dia.

Kusna menuturkan, pihaknya telah berulang kali melakukan penyegelan atas tempat-tempat hiburan malam tersebut. Namun dengan berbagai alasan, para pengelola hiburan malam tersebut tetap membuka segel, dan kembali beroperasi. “Kami juga sudah beberapa kali menyegel, namun mereka membuka lagi dengan berbagai alasan. Alasannya mau renovasi, mau dibersihkan, segala macamlah mereka punya alasan. Kalau diliat secara kasat mata, ya benar direnovasi. Makanya penyegelan ini akan kami lakukan lagi,” tuturnya.

Namun untuk melakukan tindak penyegelan, sambung dia, dibutuhkan regulasi khusus. Selain itu, untuk melakukan penyegelan, diharuskan dalam lokasi tersebut terdapat pemilik hiburan malamnya.“Jadi kalau penyegelan, harus ada dasar hukum yang jelas. Aturannya harus ada penyidik, dan harus ada pemilik. Karena dalam penyegelan, harus ada tanda tangan berita acara dan dua orang saksi. Paling nanti kami lakukan sidak,” kata dia.

Sementara, Kepala Diskominfo Kota Serang Hari Pamungkas, mengatakan keikutsertaan OPDnya dalam razia ini, sebagai bentuk upaya pihaknya dalam mengabarkan kegiatan yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Serang.“Masyarakat harus tahu, masyarakat juga harus peduli atas keberadaan tempat-tempat hiburan yang dalam tanda kutip, merupakan penyalahgunaan izin yang diberikan oleh Pemerintah,” ujar Hari.

Ia mengungkapkan, pihak yang berdebat dengan oknum yang menolak untuk digeledah, hal itu merupakan dinamika di lapangan. Menurutnya, apapun alasan yang dilontarkan oleh oknum tersebut, Pemerintah Kota Serang tetap berwenang untuk meminta identitas mereka yang berada di lokasi razia. “Untuk identitas, tadi (oknum yang menolak) merupakan bagian dari aparatur,” tutupnya. (harir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook