19.000 Pengendara Terjaring Operasi Patuh

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 13 September 2019 - 15:48:11 WIB   |  dibaca: 145 kali
19.000 Pengendara Terjaring Operasi Patuh

SERANG, BANTEN RAYA - Sebanyak 19 ribu pengendara ditilang di wilayah hukum Polda Banten selama 14 hari pelaksanaan Operasi Patuh Kalimaya 2019. Jumlah pelanggar mengalami kenaikan sekitar 58 persen dibandingkan tahun 2018 lalu dengan total pelanggaran sebanyak 12.319 pelanggar.

Berdasarkan data Ditlantas Polda Banten, 19.471 pelanggar itu merupakan data dari Polres Jajaran dengan rincian yaitu Ditlantas Polda Banten menindak 2.164 pelanggar, Polres Serang sebanyak 2.078 pelanggar, Polres Pandeglang sebanyak 1.472 pelanggar.Selanjutnya, Polres Lebak sebanyak 3.078 pelanggar, Polres Cilegon sebanyak 2.630 pelanggar, Polres Tangerang sebanyak 4.978 pelanggar, dan terakhir Polres Serang Kota sebanyak 2.441 pelanggar.

Dari data tersebut jumlah pelanggar kendaraan roda dua didominasi oleh pelanggar lalulintas yang tidak menggunakan helm berstandar nasional sebanyak 6.486 pelanggar, melanggar arus berlawanan sebanyak 3.777 pelanggar, gunakan HP saat berkendara sebanyak 37 pelanggar, melebihi batas kecepatan sebanyak 51 pelanggar, pengendara di bawah umur sebanyak 3.458 pelanggar, dan lain-lain sebanyak 16.649 pelanggar.

Sedangkan untuk pelanggar roda empat didominasi penggunaan sabuk pengaman sebanyak 1.695 pelanggar, melawan arus 301 pelanggar, melebihi batas kecepatan 4 pelanggar, pengendara anak di bawah umur sebanyak 189 pelanggar, dan lain - lain sebanyak 599 pelanggar.

Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Wibowo mengatakan, selain menindak pelanggar lalu lintas, selama Operasi Patuh Kalimaya 2019 ini, kepolisian mencatat sebanyak 25 kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Banten, dengan jumlah korban meninggal 6 orang. "Untuk kasus kecelakaan mangalami penurunan tahun lalu terjadi 31 kasus dan tahun ini hanya 25 kasus," ujarnya.

Wibowo menambahkan, dilihat dari profesi pelanggar didominasi pelajar dengan jumlah 7.476 pelanggaran, karyawan swasta 9.844 pelanggaran, pengemudi sebanyak 1.187 pelanggaran, dan pegawai negeri mencapai 607 pelanggaran. "Usia pelanggar juga didominasi milenial antara umur 16-30 tahun," tambahnya.

Wibowo mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu patuh dengan rambu-rambu lalulintas, guna keselamatan bersama.  "Kita harapkan dengan berakhirnya Operasi Patuh Kalimaya ini, kecelakaan lalu lintas bisa terus menurun, karena masyarakat semakin patuh dalam berlalulintas," katanya. (darjat/fikri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook