38 Rumah Suku Baduy Terbakar

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Jumat, 13 September 2019 - 15:51:31 WIB   |  dibaca: 161 kali
38 Rumah Suku Baduy Terbakar

BUTUH BANT UAN : Warga Suku Baduy di Kampung Kadugede, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar menyaksikan rumahnya yang hangus terbakar.

RANGKASBITUNG, BANTEN RAYA - Sebanyak 38 unit rumah dan 60 unit leuit (tempat penyimpanan padi) warga Suku Baduy di Kampung Kadugede, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar hangus terbakar, Kamis (12/9). Selain rumah dan leuit, seorang warga Suku Baduy mengalami luka bakar dan harus mendapatkan penanganan dari petugas medis Puskesmas Ciboleger, Kecamatan Leuwidamar.

"Waktu kejadian sekitar jam 13.00. Sekitar 38 rumah yang dihuni 168 jiwa warga Suku Baduy Luar, Kampung Kadu Gede hangus terbakar," kata Jaro Kanekes Saija, Kamis (12/9).
Lebih lanjut Saija mengatakan, selain rumah, leuit tempat penyimpanan padi juga turut terbakar. "Kita belum ketahui pasti jumlah rumah maupun leuit yang hangus terbakar. Karena sampai sore hari ini api masih menyala, pokoknya banyak tapi belum dihitung," katanya.

Jaro Saija menjelaskan, penyebab kebakaran juga masih diselidiki. "Gak tahu dari tungku gak tahu dari mana belum tahu. Adapun warga sementara masih mengungsi ke rumah tetangga," katanya.Kapolsek Leuwidamar Iptu Malik Abraham membenarkan, musibah kebakaran di Baduy tersebut. "Kami turut prihatin atas terjadinya musibah kebakaran. Syukur alhamdulilah tidak ada korban jiwa, ada juga seorang warga mengalami luka ringan dan sudah mendapatkan pengobatan dari Puskesmas Ciboleger," katanya.

Staf Desa Kanekes Ari Kuncoro menambahkan, lokasi kebakaran berada di Kampung Kadugede yang berjarak sekitar 2 kilometer dari kantor Desa Kanekes. "Jumlah rumah hangus terbakar sebanyak 60 unit leuit dan 38 unit rumah yang dihuni oleh 54 kepala keluarga, 168 jiwa. Untuk sementara mereka tinggal bersama tetangga terdekat," katanya.

Ari mengungkapkan, banyaknya rumah dan leuit yang tidak terselamatkan karena lokasi berada di tengah hutan dan jauh dari sumber air sungai. "Ditambah lagi karena memang bangunan rumah terbuat dari bahan material mudah terbakar berupa kayu, bambu dan atap dari injuk dan lumpia. Terus jarak antara rumah satu dan lain saling berdekatan membuat api sangat mudah merambat apalagi saat ini musim kemarau," katanya.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan bantuan logistik ke lokasi kebakaran. "Juga kita akan mendirikan dapur umum untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi warga korban kebakaran," katanya. (purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook