Empat Titik Rawan Polusi Tanpa ISPU

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Senin, 16 September 2019 - 14:10:34 WIB   |  dibaca: 58 kali
Empat Titik Rawan Polusi Tanpa ISPU

SEDANG: Alat pemantau kualitas udara yang dipasang Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon di Simpang Pondok Cilegon Indah (PCI), Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Minggu (15/9).

CILEGON, BANTEN RAYA - Empat titik lokasi di Cilegon yang rawan terhadap polusi udara belum terpasang alat pemantau kualitas udara atau Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU). Keempat titik itu di sekitar Suralaya, Pelabuhan Merak, Kawasan Industri KIEC I, dan Kawasan Industri KIEC II.Sebagai kota industri ditambah dengan aktivitas kendaraan bermotor yang tinggi, keberadaan ISPU sangat penting.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Ujang Iing mengatakan, saat ini di Kota Cilegon sudah terpasang empat ISPU. Titik yang terpasang ISPU merupakan titik-titik yang berpotensi terjadi pencemaran udara atau polusinya tinggi.“Empat titik rawan polusi memang sudah terpasang ISPU, tapi masih ada empat titik lagi yang belum terpasang,” kata Iing kepada Banten Raya, Minggu (15/9).

Dikatakan Iing, empat titik yang sudah terpasang ISPU berada di Simpang Pondok Cilegon Indah (PCI), Simpang Landmark, Kelurahan Gerem atau depan PT Dover Chemical, serta di sekitar Kawasan Industri Ciwandan.“Ada empat titik yang polusinya tinggi tetapi belum terpasang ISPU, seperti di sekitar Suralaya, Pelabuhan Merak, Kawasan Industri KIEC I, dan Kawasan Industri KIEC II,” terangnya.

Pencemaran udara di Kota Cilegon, kata Iing, bukan hanya karena aktivitas pabrik atau industri saja. Melainkan juga karena aktivitas kendaraan bermotor. Jika kualitas udara buruk, dalam ISPU tersebut nyala merah. Sementara, jika nyalanya masih hijau kadar pencemaran udaranya tidak begitu berbahaya.“Dalam ISPU yang diukur itu kandungan PM 10 (Partikulat), SO2 (Sulfur Dioxida), CO (Senyawa Gas Karbon), O3 (Ozon), sama NO2 (Nitrogen). Hasil pemantauan dalam ISPU itu terekam dan tersambungkan ke server yang ada di Kantor DLH Cilegon,” paparnya.

Ditambahkan Iing, pada tahun ini pihaknya telah membeli dua ISPU yang dipasang di Simpang PCI dan satu ISPU portable.Saat ini total ada empat ISPU yang terpasang di sudut kota dan dua ISPU portable, dimana ISPU Portable digunakan ketika di sebuah lokasi seperti di industri adanya pencemeran udara atau seperti kasus kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung.

Pihaknya juga memasang ISPU untuk memantau kualitas udara.“Tahun ini sudah beli satu ISPU yang dipasang di Simpang PCI dan satu lagi ISPU Portable. Adanya titik rawan polusi udara yang belum terpasang ISPU, kami berharap ada bantuan dari pihak swasta,” harapnya.

Diketahui, untuk pengadaan ISPU portbale pada tahun ini dianggarkan Rp 450 juta. Sementara untuk ISPU yang dipasang di Simpang PCI dianggarkan Rp 1,5 miliar. Keduanya, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon 2019. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook