BPN Siap Bayar Tanah Sisa Jalan Tol

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Senin, 16 September 2019 - 15:46:20 WIB   |  dibaca: 273 kali
BPN Siap Bayar Tanah Sisa Jalan Tol

RAPAT: Tim pengadaan tanah jalan tol Serang-Panimbang rapat bersama manajemen PT Wika dan PT WSP di kantor BPN Lebak, akhir pekan lalu.

LEBAK, BANTEN RAYA- Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lebak akan membayar tanah sisa milik warga yang tidak terkena right of way (jalan di atas sebidang tanah) proyek pembangunan jalan tol Serang-Panimbang.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Seksi Pengadaan Tanah pada BPN Kabupaten Lebak M Didi Ali Subandi usai rapat bersama manajemen PT Wijaya Karya, PT Wika Serang Panimbang (WSP) beserta Kepala Desa Bojongcae, Panancangan, dan juga Camat Cibadak Rahmat, di kantor BPN Lebak, kemarin.

Rapat itu dalam rangka merespon protes warga Bojongcae yang demo di DPRD Lebak yang menuding PT WIKA telah melakukan penyerobotan dan penguruskan (menguruk) tanah sisa yang belum dibayarkan ganti ruginya.

"Tanah sisa milik warga akan kita bayar tapi memang memerlukan kajian tertentu. Harus cermat dan mengkaji dan kita on the spot (dengan segera) buat tim kajian," kata Didi yang juga Sekretaris Pengadaan Tanah jalan tol Serang-Panimbang.

Didi mengakui bahwa bidang lahan yang wajibnya yaitu untuk ROW-nya belum 100 persen, karena sekarang ini masih ada belum dibayarkan. "Setelah lahan ROW baru kita akan melangkah (pembayaran ganti rugi) ke tanah sisa. Terkait tanah sisa yang oleh pemiliknya mau dibebaskan bisa langsung mengajukannya surat permohonan pembayaran kepada  ke tim pengadaan tanah (BPN)," katanya.

Lebih lanjut Didi mengatakan, proses pengajuan dilengkapi dengan berkas kepemilikannya, selanjutnya menunggu hasil kajian. "Jadi sebelum dibayarkan kita akan on the spot turun ke lapangan melakukan pengukuran, kemudian melakukan kajian. Nah nanti akan dibentuk tim melakukan kajian pada bidang yang diusulkan," katanya.

Kepala Desa Bojongcae Yusuf membenarkan adanya tanah sisa terkena urukan. "Betul, sebagian ada tanah sisa tidak terkena ROW tapi terkena urukan," katanya yang langsung disambut Didi Ali Subandi yang berencana turun ke lapangan untuk klarifikasi kepada pemilik lahan.

Di tempat sama, Kepala Desa Panancangan Subadri menuturkan, sementara ini di wilayahnya tidak ada yang mengajukan protes terhadap pelaksanaan pembangunan jalan tol. "Waktu itu memang ada tanah warga kena urukan, terus kita cek lokasinya. Terus kita hubungi orang Wika, jam itu juga langsung dikeruk pakai eksavator. Sepengetahuan saya Wika tidak melebihi patok batas tanah," katanya.

Humas PT Wika Edo menuturkan, pasca aksi demo warga ke gedung DPRD Lebak, pihaknya melakukan investigasi ke lapangan. "Setelah investigasi ke lapangam gak ada, kita gak akan menyerobot tanpa ada pentunjuk satgas. Kerja kita didampingi satgas dari desa setempat," katanya. (purnama/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook