Dosen Untirta Teliti Inovasi Pengolahan Ikan di Labuan

nurul roudhoh   |   Bisnis  |   Kamis, 19 September 2019 - 15:12:25 WIB   |  dibaca: 33 kali
Dosen Untirta Teliti Inovasi Pengolahan Ikan di Labuan

SERANG, BANTEN RAYA – Pengolahan ikan laut yang kreatif dan inovatif dinilai mampu mendorong produktifitas nelayan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan pesisir di Provinsi Banten.

Alasan inilah yang mendasari dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS)  Ahmad Fauzi S.Pd., M.Pd bersama timnya melakukan penitilitan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul PKM Inovasi Pengolah Ikan Berbasis Variasi Produk Food Security bagi Nelayan Teluk Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Ia mengatakan, masalah umum yang muncul dan dihadapi masyarakat kelompok usaha pengolahan ikan  yaitu terbatasnya pengetahuan produksi olahan ikan, rancang bangun, dan manajemen dalam hal pengolahan variasi makanan ikan, seperti ikan asin, ikan pindang, dan otak-otak.

“Hasil pengamatan langsung  pada 20 Agustus 2018, usaha pengolahan ikan sudah ditekuni turun-temurun dari keluarga dimana hasil penjualan mengalami penurunan dari tahun ke tahun dikarenakan perubahan iklim cuaca dan belum adanya teknologi yang mendukung untuk menunjang produksi variasi makanan. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan produksi olahan ikan, rancang bangun, dan manajemen pengelolaan wirausaha, sehingga pengolahan ikan lebih maksimal,” kata Ahmad Fauzi kepada Banten Raya.

Selama ini mayoritas nelayan hanya memanfaatkan ikan segar untuk dijual kepengumpul dan sebagian di konsumsi untuk keperluan sehari-hari. Sedangkan sisanya berupa ikan yang tidak terjual, maka kelompok usaha pengolahan ikan dapat mengelola ikan tersebut menjadi ikan asin, serta sisik ikan hanya menjadi limbah karena dianggap tidak bernilai ekonomis.

“Seharusnya, masyarakat bisa lebih kreatif dalam mengelola ikan dalam berbagai jenis pangan yang bisa dikonsumsi masyarakat bernilai gizi tinggi, dan memiliki daya tahan makanan yang lebih lama,” katanya.

Pasalnya, potensi produksi olahan ikan yang sedemikian besar belum dimanfaatkan sepenuhnya untuk kegiatan produktif yang dapat meningkatkan nilai tambah dalam peningkatkan kesejahteraan kelompok usaha pengolahan ikan.

Selain itu, kelompok usaha pengolahan ikan (mitra), masih memiliki peralatan sederhana untuk mengelolah ikan yaitu ember, nampan jaring mengering ikan, kapasitas ikan tersebut yang dihasilkan rata-rata satu kali berlayar dalam sebulan dari pekerjaan yang dilakukan pada pagi sampai malam hari.“Kondisi ini menyebabkan mitra hanya mendapatkan penghasilan tetap per bulan dari nelayan yang dijual ke tempat pelelangan ikan,” katanya.

Mengingat cukup besarnya potensi masyarakat mitra dengan memiliki sumber daya alam perikanan yang luas di Desa Teluk Kecamatan Labuan, kiranya diperlukan suatu upaya untuk memberdayakannya.“Salah satunya yaitu dengan memberikan pengetahuan produksi olahan ikan, rancang bangun, dan manajemen dalam pengolahan variasi makanan dan sisik ikan menjadi barang-barang kerajinan seperti hiasan bunga, kalung, dan tas, sehingga menjadi bekal sekaligus peluang untuk berwirausaha dan mampu berkembang menjadi usaha bagi masyarakat di Desa Teluk,” katanya.

Hasil penelitian dalam pengabdian masyarakat di Desa Teluk Kecamatan Labuan dapat diperoleh kesimpulan sementara bahwa kegiatan pelatihan ini sangat diminati oleh masyarakat.
Hal ini terbukti dengan antusias penerima manfaat dalam mengikuti pelatihan pengolahan ikan. Berdasarkan hal tersebut bisa disimpulkan bahwa program ini telah dapat dijalankan dengan baik dan tanpa halangan yang berarti.

Sehingga diharapkan program ini dapat memberikan manfaat bagi mitra pengabdian masyarakat dalam berkelanjutan usaha ikan pada kedua mitra kelompok usaha ikan.Desa ini memiliki 16 kampung yang terbagi dalam 13 Rukun Warga (RW) serta 33 Rukun Tetangga (RT). Kelompok usaha pengolahan ikan yang menjadi mitra PKM merupakan kategori masyarakat yang belum kreatif dalam menentukan strategi pemasaran yang efektif dalam mengembangkan usaha.

Para kelompok usaha pengolahan ikan belum dapat memanfaatkan secara maksimal produksi olahan ikan. Hal ini menyebabkan para kelompok usaha pengelolaan ikan dalam membiayai kebutuhan rumah tangga keluarganya.

Kepala Desa Teluk Endin Fahrudin menjelaskan bahwa mayoritas mata pencaharian masyarakat Desa Teluk adalah nelayan, dengan persentasi keluarga nelayan berjumlah sekitar 80 orang juragan sebagai pemilik perahu dan 1.200 orang ABK (Anak Buah Kapal) dari 2.842 keluarga.

Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini menjelaskan, mengenai proses penelitiannya, ia dan timnya melakukan wawancara langsung dengan nelayan dan pemangku kepentingan yang ada di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

Metode pendekatan PKM yang digunakan adalah metode pendidikan, penyuluhan, pelatihan produksi, pelatihan manajemen usaha terdiri dari teknik pemasaran dan penyusunan laporan keuangan, rancang bangun, pendampingan, monitoring, dan evaluasi.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kelompok usaha pengolahan ikan di Desa Teluk Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten dimulai dari tahap persiapan, justifikasi masalah, pelaksanaan kegiatan di lapangan, dan pelaporan selama delapan bulan.

Sementara studi pendahuluan dilakukan melalui kunjungan lapangan dan diskusi dengan pemangku kepentingan dan nelayan setempat.Hasil penlitan PKM ini ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi mitra pengabdian masyarakat dalam berkelanjutan usaha ikan pada kedua mitra kelompok usaha ikan.

“Saran yang dapat disimpulkan adalah pengrajin harus selalu berinovasi dan kreatif dalam menghasilkan produk yang sesuai dengan permintaan dan kebutuhan pasar, memiliki kualitas produksi yang baik, memiliki media promosi yang menarik dan menjangkau konsumen yang lebih luas,” katanya.

Untuk itu dibutuhkan peran penting dan dukungan dari pemerintah khususnya Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang dalam mengembangkan potensi yang ada di Desa Teluk Kecamatan Labuan.“Salah satunya yaitu melalui pendampingan kepada masyarakat agar kegiatan tersebut berkelanjutan secara continue sehingga masyarakat menjadi berdaya,” pungkasnya. (ismet)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook