Badak Banten Ancam Demo PT PN

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Kamis, 19 September 2019 - 15:47:02 WIB   |  dibaca: 27 kali
Badak Banten Ancam Demo PT PN

ANCAM DEMO: Ketua DPD Badak Banten Kabupaten Lebak Eli Sahroni (kanan berpeci) saat berunjuk rasa, belum lama ini. Eli mengaku siap mengerahkan massa untuk demo kantor PT PN VIII, di Desa Sindangmulya, kemarin.

LEBAK, BANTEN RAYA- Ormas Badak Banten akan mengerahkan 700 massa untuk menggeruduk kantor PT Perkebunan Nusantara (PN) VIII di Desa Sindangmulya, Kecamatan Maja. Pernyataan itu disampaikan Ketua DPD Badak Banten Wilayah Kabupaten Lebak Eli Sahroni, menyikapi sikap PT PN VIII yang tidak kunjung menyerahkan lahan perkebunan sawit kepada Pemkab Lebak yang akan dipakai untuk kepentingan masyarakat umum.

"Kita siap kerahkan semua kekuatan Badak Banten untuk aksi gruduk kantor PT PN VIII. Bahkan bila diperlukan hingga ke kantor Menteri BUMN ,"kata Ketua DPD Badak Banten Kabupaten Lebak Eli Sahroni, Rabu (18/9).

Eli mengungkapkan, dirinya selaku warga Lebak tersulut untuk turut serta bersama Pemkab Lebak memperjuangkan pengambilalihan tanah negara seluas 59 hektare dari PT PN VIII yang terletak di Blok Cileuweung, Desa Jatimulya dan Blok Makam Lima, Desa Rangkasbitung Timur. Lahan tersebut sudah tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Lebak 2013-2033.

"Sudah mah tidak sesuai RTRW, hak guna usaha atas blok tersebut yang statusnya tanah negara (TN) juga sudah habis. Sehingga tidak ada alasan bagi PT PN VIII bersikeras mempertahankan, terlebih sudah tak sesuai RTRW, dan oleh pemkab akan dimanfaatkan untuk kepentingan publik," katanya.

Rencananya, ujar Eli, Pemkab Lebak akan menggunakan lahan tersebut untuk kawasan hutan kota seluas 40 hektare, kawasan perkantoran seluas 6 hektare. Kemudian membangun kawasan kampung industri kecil dan UKM seluas 5 hektare, kawasan relokasi bagi warga bermukim di bantaran Sungai Ciujung dan gusuran areal PT KAI seluas 3 hektare, dan untuk relokasi RSUD Adjidarmo seluas 5 hektare.

"Rencana Pemkab Lebak ini tentunya sangat mulia dan sudah mengajukan permohonan pelepasan lahan kepada PT PN VIII dari tahun 2014. Lalu tahun 2016-nya kepada menteri BUMN dan presiden, namun lagi-lagi sebatas surat permohonan kurang begitu ditanggapi.

Sehingga kami dari Badak Banten sudah siapkan massa sebanyak 700 orang untuk menggelar aksi unjuk rasa di kantor PT PN VIII, dan kantor Menteri BUMN karena sudah bertindak arogan tidak mau mengalah demi kepentingan masyarakat banyak dan kemajuan daerah," katanya.

Eli menegaskan, langkah Pemkab Lebak mengambil alih lahan PT PN VIII itu sangat tepat. Apalagi berniat memindahkan RSUD Adjidarmo ke kawasan Cileuweung yang memiliki area lahan lebih luas. "Itu langkah tepat dan DPD Badak Banten mengapresiasi rencana tersebut karena itu untuk kemaslahatan dan kemajuan Lebak," katanya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, rencana Pemkab Lebak untuk memperluas bangunan RSUD merupakan langkah baik untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dalam bidang kesehatan.

Untuk permintaan lahan milik kementerian BUMN yang akan dibanguan RSUD itu, Tjahjo meyarankan Pemkab Lebak segera berkoordinasi dengan Kementerian BUMN. “Bila lahan itu digunakan untuk kepentingan masyarakat, saya rasa tidak masalah. Tapi sekali lagi, lahan itu hanya untuk kepentingan publik ya,” kata Tjahjo melalui telepon.

Saat disampaikan Pemkab Lebak Sudah mengirim surat kepada kementerian BUMN. Tjahjo tidak mau berkomentar karena tidak melihat surat tersebut. Tjahjo hanya menegaskan, Pemkab Lebak harus segera berkoordinasi dengan Kemen BUMN. “Pemdanya harus bisa urus. Kan sesama lembaga negara,”  tutupnya. (purnama/imron/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook