Untirta Kaji Metodologi Penelitian Terapan

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Kamis, 19 September 2019 - 15:53:45 WIB   |  dibaca: 174 kali
Untirta Kaji Metodologi Penelitian Terapan

KAJIAN: Wakil Dekan II Bidang Umum, Elvin Bastian (kanan) saat menghadiri Workshop Metode Penelitian Terapan yang dilakukan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untirta.

SERANG, BANTEN RAYA- Program Studi (Prodi) Perpajakan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melaksanakan Workshop Metodologi Penelitian Terapan bagi para dosen salah satu di hotel di Kota Serang.

Wakil Dekan II Bidang Umum, Elvin Bastian menyampaikan bahwa kegiatan ini, diharapkan  dapat menjembatani perbedaan antara riset di-S1 dan didiploma, karena memang terdapat  perbedaan antara S1 dan DIII."Selain itu dalam hal yang terkait dengan metodologi pengembangan-pengembangan riset yang kekinian, juga menjadi harapan dari FEB dalam latihan ini," katanya, kemarin.

Di lokasi yang sama, Srihadi Winarningsih salah seorang pembicara mengatakan, dosen wajib melakukan tri dharma perguruan tinggi, pengajaran, penelitian dan pengabdian. Dilihat dari visi Untirta, salah satunya adalah menyiapkan outcome lulusan yang memiliki kualitas kompetensi yang relevan dengan perubahan lingkungan dan meneguhkan komitmen intelektual demi kemajuan ilmu ekonomi melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat."Dapat disimpulkan bahwa pengembangan riset dalam penelitian menjadi point penting dan harus dipaksakan kepada semua dosen," katanya.

Menurutnya, reserach defeinisinya adalah tuntutan, ketika menulis proposal maka tuntutannya adalah hallmark of scientific reserach. Hallmark of scientific research terdiri dari Purposiveness, rigor, testability, replicability, precision dan confidance, objectivity, generalizability dan parsimony yang lebih mudah disingkat dengan puriterepreogepar.

Purposiveness adalah Reserach harus punya tujuan yang membedakan reserach scientific dan murni applied. Kontribusi research  harus menyelesaikan suatu masalah. Rigor Artinya kuat (fixed)."Contoh rigor teori harus menggunakan yang terbaru. Testability artinya ada hipotesis untuk tujuannya korelasional. Replicability artinya the results of the test of hypothesis should be supported again and again when same type of research is conducted in other similar circumstances," tutupnya. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook