Terdakwa Pungli Tsunami Minta Bebas

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 19 September 2019 - 16:05:28 WIB   |  dibaca: 57 kali
Terdakwa Pungli Tsunami Minta Bebas

SIDANG: Ketiga terdakwa pungli pemulangan jenazah korban bencana tsunami di Rumah Sakit dr Dradjat Prawiranegara saat mengikuti sidang pembacaan pembelaan, di PN Serang, Rabu (18/9).

SERANG, BANTEN RAYA- Tiga terdakwa pungli pemulangan jenazah korban bencana tsunami di Rumah Sakit dr Dradjat Prawiranegara yakni Tb Fatullah, Budiyanto, dan Indra Julianto menjalani sidang pledoi atau pembacaan nota pembelaan atas tuntutan JPU (jaksa penuntut umum), di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Rabu (18/9). Dalam pembelaannya, ketiganya meminta bebas dari dakwaan dan tuntutan.

Penasehat hukum Tb Fatullah, Pampangrara menilai bahwa pasal 12 huruf e undang-undang tipikor Jo pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP tidak bisa diterapkan dan dibatalkan demi hukum karena jaksa tidak dapat membuktikan bahwa terdakwa menerima hadiah dan tidak ada unsur menguntungkan diri sendiri.

"Untuk menguntugkan diri sendiri, menurut kami tidak dapat diterapkan pada terdakwa Fathullah. Uang Rp 59 juta hasil pungli telah dibelanjakan Rp 26 juta, sehingga tersisa dana Rp 32 juta, dan itu telah dikembalikan terdakwa melalui penyidik Polda Banten," katanya kepada Majelis Hakim yang diketuai Muhammad Ramdes dan JPU Kejati Banten Erlangga Jayanegara.

Menurut Pampang, para korban memberikan sesuatu atas inisiatif sendiri, tidak ada unsur paksaan dan tekanan dari terdakwa. Berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut, pihaknya meminta majelis hakim menolak tuntutan JPU dan menetapkan terdakwa Fatullah tidak bersalah sebagaimana dakwaan jaksa. "Membebaskan dari semua dakwaan dan membebaskan dari tuntutan hukum," katanya.

Sementara itu, penasehat dua terdakwa lain Budiyanto dan Indra, Abdul Mukhit mengatakan, JPU tidak dapat membuktikan bahwa terdakwa menerima hadiah dan menguntungkan diri sendiri, atas kasus pungli pemulangan jenazah korban bencana tsunami di Rumah Sakit dr Dradjat Prawiranegara."Mohon majelis membebaskan terdakwa dari segala dakwaan dan tuntutan hukum serta memulihkan hak dan martabatnya," katanya.

Diketahui sebelumnya, JPU Kejati Banten menilai ketiga terdakwa dinilai bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur pasal 12 huruf (e) undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Untuk itu terdakwa Fathullah yang juga PNS di RSDP Serang dituntut 1 tahun 6 bulan dan denda Rp 10 juta subsider 3 bulan pidana kurungan. Sedangkan dua terdakwa lainnya Budiyanto dan Indra dituntut masing-masing 1 tahun penjara, dan denda Rp 5 juta subsider dua bulan pidana kurungan. Keduanya yang merupakan karyawan dari CV Nouval Zaidan dan bertugas sebagai pengangkut jenazah dan pelayanan mobil jenazah.

Untuk diketahui, pada sidang perdana Mei 2019 lalu, JPU mendakwa terdakwa Fatullah, Indra dan Budiyanto telah menyalahgunakan kekuasaannya memaksa para keluarga korban bencana alam tsunami Selat Sunda yang terjadi di wilayah Banten pada 22 Desember 2018, untuk membayar biaya pemulasaran jenazah, formalin dan transportasi mobil jenazah dengan jumlah Rp 59,5 juta.

Perbuatan ketiganya juga bertentangan dengan undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, Peraturan Bupati (Perbup) Serang nomor 46 tahun 2013 tentang pola tarif jasa pelayanan kesehatan pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Serang, dan surat keputusan (SK) Bupati Serang nomor: 360/Kep.524-Huk/2018 tanggal 22 Desember 2018  tentang penetapan status tanggap darurat bencana tsunami di Kabupaten Serang.

Dalam dakwaan itu juga terungkap, uang Rp 59 juta tersebut diserahkan ke staf bagian keuangan forensik dan uang tersebut di antaranya digunakan untuk membeli kain kafan, membayar jamaah majelis taklim di Benggala untuk memandikan jenazah, serta untuk membeli peti jenazah dan membayar ambulan. (darjat/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook