6 Tahun Warga Melintasi Jembatan Maut

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 19 September 2019 - 16:20:09 WIB   |  dibaca: 173 kali
6 Tahun Warga Melintasi Jembatan Maut

Hasil Swadaya Masyaraka t : Warga melintasi jembatan gantung di Kelurahan Dalung, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang, Rabu (18/9).

SERANG, BANTEN RAYA – Jembatan gantung yang menghubungkan dua kelurahan yakni Kelurahan Dalung, dan Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, kondisinya sangat memprihatinkan. Ironisnya kondisi tersebut sudah berlangsung enam tahun silam.

Jembatan gantung tersebut merupakan akses utama bagi warga Kelurahan Karundang dan Kelurahan Dalung, terutama bagi anak-anak sekolah dan buruh serabutan. Pantauan di lokasi, kawat-kawat seling sudah berkaratan, permukaan jembatan yang hanya terbuat dari bambu dan karet sudah banyak yang lapuk. Alhasil kondisi tersebut sangat membahayakan bagi warga yang menyeberang jembatan setinggi sekitar 10 meter dan panjang 15 meter tersebut.

Usman warga Kelurahan Karundang mengatakan, jembatan tersebut dibangun sejak enam tahun silam. Namun kondisinya saat ini terus memperihatinkan karena kawat seling dan permukaan jembatan sudah banyak yang keropos. Jika rusak, untuk perbaikannya dilakukan oleh warga sekitar dengan cara swadaya masyarakat.

“Warga sekitar yang memperbaiki. Tapi permukaanya aja seperti menambal pakai bambu atau papan. Kalau untuk kawat selingnya belum pernah diganti. Kalau itu butuh biaya banyak. Ibu-ibu yang lewat sini juga suka iuran Rp 1000-Rp 2000 buat ngebersihin tanaman liar yang pada merambat di jembatan,” ungkap Usman, ditemui di lokasi jembatan, Rabu (18/9) siang.

Menurut dia, keberadaan jembatan gantung itu sangat penting untuk akses warga Kelurahan Dalung dan Karundang. Sebab, tiap hari bahkan hingga malam hari ada warga yang menyeberangi jembatan gantung itu.

“Kalau pagi banyak anak-anak sekolah dari Perumahan Griya Permata Asri yang lewat sini. Kalau ibu-ibu biasanya dari Karundang mau kerja di Griya. Sering juga yang malam-malam lewat sini. Kebanyakan mau pulang ke Benua, Pesagih, dan Kepuh,” ujar Usman.

Oleh karena itu, masih kata Usman, pihaknya berharap jembatan gantung tersebut bisa mendapatkan perbaikan oleh pemerintah terkait. “Kepengennya ya diperbaiki, karena ini akses warga Dalung dan Karundang,” katanya.

Sariwana, warga Lingkungan Benua, Kelurahan Karundang, mengatakan, tiap hari menggunakan jembatan tersebut sebagai akses utama menuju ke Perumahan Griya Permata Asri (GPA) di Kelurahan Dalung untuk bekerja.“Iya lewat sini tiap hari,” kata Sariwana, yang berprofesi sebagai Asisten Rumah Tangga (AST) di Perumahan GPA.

Ia mengaku sebetulnya khawatir saat melintasi jembatan tersebut, namun karena kebutuhan untuk menuju ke lokasi pekerjaanya, Sariwana tetap memilih jembatan tersebut sebagai akses utama.“Takut sih tapi saya paksain. Kalau lewat jalan raya kan jauh, harus naik mobil lagi,” akunya.

Sariwana menuturkan, jika kondisi Sungai Cibanten yang dilintasi jembatan gantung tengah banjir, kerap merendam jembatan tersebut. Bahkan papan atau kayu yang berada di jembatan tersebut hanyut terbawa arus sungai. Alhasil, dirinya dan warga lain yang menggunakan jembatan itu tidak bisa menyeberangi jembatan itu.“Kalau lagi banjir kerendam jembatan ini, ya terpaksa kita lewat muter jalan raya Sayabulu,” ucap dia.

Mengomentari hal ini, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang, Asep Heryawan, menyatakan bahwa semua gantung akan dibangun baru, bahkan DEDnya sudah ada.“Kalau rencana semua jembatan gantung kita ganti baru, DEDnya sudah ada termasuk yang di belakang GPA,” katanya.

Terpisah, Walikota Serang, Syafrudin, mengatakan bahwa saat ini Pemkot Serang tengah membangun jembatan gantung di Kampung Pasar, Kelunjukan, dan Ciracas. Untuk jembatan gantung di belakang Perumahan Griya Permata Asri pihaknya akan meninjau bersama OPD terkait.

“Saya belum lihat kesana. Sementara ini kan jembatan yang lagi dibangun di Pasar Lama, Kelunjukan, yang di Ciracas. Kalau yang itu nanti kita lihat. Insya Allah akan kita program. Mudah-mudahan tahun 2020. Insya Allah nanti akan saya tinjau tapi tanya OPD terkait dulu,” kata Syafrudin.  (harir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook