90 % Distribusi Narkoba Dikendalikan dari Lapas

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 19 September 2019 - 16:25:15 WIB   |  dibaca: 100 kali
90 % Distribusi Narkoba Dikendalikan dari Lapas

PERKUAT KERJASAMA : BNN RI melakukan kunjungan kerja ke Gubernur Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (18/9).

SERANG, BANTEN RAYA - Jalur laut merupakan jalur favorit untuk menyelundupkan narkotika ke Indonesia. Dari kasus yang berhasil diungkap, sekitar 85 persen penyelundupan narkoba dilakukan via jalur laut.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Heru Winarko mengatakan, banyaknya pelabuhan tikus di sepanjang pantai di Indonesia, termasuk di Banten menjadi sasaran empuk penyelundupan narkoba.

"Makanya kami berkoordinasi dengan Polairud (Polda Banten), bea cukai, dan angkatan laut di Banten," kata Heru saat melakukan kunjungan kerja ke Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Curug, Kota Serang, kemarin.

Heru menegaskan, untuk mencegah masuknya kembali narkoba melalui jalur laut, BNN akan melaksanakan kerjasama dengan pihak desa terutama yang berada di pesisir pantai, serta dukungan dari Babinsa maupun Babinkamtibmas. "BNN ada program Desa Bersinar (bersih narkoba). Semoga desa-desa tersebut bisa kita proteksi peredaran narkoba melalui jalur laut," tegasnya.

Selain jalur laut, Heru menambahkan, peredaran narkoba yang dikendalikan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) juga menjadi perhatian BNN. Sebab 90 persen peredaran narkoba di Indonesia di kendalikan dari lapas."80 sampai 90 persen dikendalikan di sana, karena di lapas ini lebih nyaman. Kalau pengawasannya kurang, mereka secara leluasa mengendalikan transaksi narkoba yang dikendalikan dari lapas," tambahnya.

Heru menjelaskan, mudahnya bandar narkoba mengendalikan transaksi narkoba dari dalam lapas akibat adanya peran oknum sipir di Lapas. Para bandar tersebut memberikan imbalan yang besar, sehingga oknum sipir memfasilitasinya. "Harus kita sadari sipir-sipir inilah yang harus kita perbaiki kemampuan mereka supaya tidak terpengaruh. Kini pemerintah juga telah menambah jumlah petugas sipir lapas menjadi 24 ribu orang. Jadi ke depan tidak ada alasan, lemahnya pengawasan di Lapas karena faktor kekurangan personil," jelasnya.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, sebagai warga negara Indonesia, masyarakat harus mempunyai kesadaran bahwa narkoba sudah selayaknya dideklarasikan sebagai perang. Karena, dampak dari narkoba begitu luas dan salah satunya dapat merusak generasi bangsa dengan penyakit mematikan seperti AIDS."Kalau generasi bangsa sudah rusak dan lemah, bagaimana suatu bangsa dapat bertahan? Maka dengan kata lain, narkoba dapat merusak tatanan NKRI kita," katanya.

WH menambahkan, penanganan terhadap narkoba harus lebih terkonsep dan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum dan berbagai unsur masyarakat. Selain memperketat penegakan hukum, upaya pencegahan juga harus dilakukan secara sinergi mulai dari lingkungan potensial hingga yang tak terdeteksi potensial."Karena sering juga kasus narkoba ditemukan di lingkungan terpencil atau perbatasan yang kerap di luar jangkauan kita, maka perlu dilakukan pencegahan dari semua usia dan semua lini," tegasnya. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook