Dishub Wacanakan Pembangunan Subterminal Angkot

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 20 September 2019 - 12:47:18 WIB   |  dibaca: 197 kali
Dishub Wacanakan Pembangunan Subterminal Angkot

NUNGGU PENUMPANG : Sejumlah angkot sedang menunggu penumpang di Jalan Sultan Ageng Tirtayas, Kamis (19/9).

CILEGON, BANTEN RAYA - Dinas Perubungan (Dishub) Kota Cilegon mewacanakan pembangunan subterminal di Kawasan Bonakarta. Keberadaan subterminal itu dinilai bisa mengurangi kemacetan akibat banyaknya angkutan kota (angkot) yang menunggu penumpang di jalan protokol, yang mengakibatkan kemacetan.

Pantauan Banten Raya, Kamis (19/9), ada beberapa titik kemacetan di jalan protokol atau Jalan Ahmad Yani dan Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, seperti di depan Ramayana Cilegon, depan Gedung Eks Matahari Mall, depan Supermall Cilegon, dan di Simpang Landmark Cilegon. Kemacetan terjadi pada pagi dan sore hari.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pada Dishub Kota Cilegon, Hendra Pradipta mengatakan, kemacetan di jalan protokol Kota Cilegon disebabkan oleh banyaknya angkot yang berhenti lama di beberapa titik pusat keramaian. Bahkan, ada yang ngetem ataupun istirahat di jalan protokol.“Akibat dari adanya angkot yang berhenti lama di badan jalan, ruas jalan jadi sempit ini menimbulkan kemacetan,” kata Hendra ditemui Banten Raya di ruang kerjanya.

Hendra mengatakan, para sopir butuh tempat seperti subterminal khusus untuk angkot agar angkot tidak berhenti lama menunggu penumpang.“Saya lihat ada lahan milik Pemkot Cilegon di sekitar Bonakarta, itu bisa dijadikan untuk subterminal angkot. Jadi angkot yang biasa ngetem di landmark atau depan Supermall bisa ngetem di subterminal, kalau pas waktunya berangkat tinggal jalan dan naikin penumpang saja tidak berhenti lama,” katanya.

Hendra mengaku, wilayah Bonakarta cukup strategis, apalagi ketika jalan tembus Bonakarta-Masigit sudah selesai dibangun. Namun, Ia harus meminta persetujuan kepada pimpinan. “Kita sudah melakukan kajian di internal Dishub, semoga saja bisa segera menjadi program Pemkot Cilegon,” harapnya.

Hendra menjelaskan, penataan trayek angkot akan dilakukan. Nantinya, subterminal di Bonakarta sebagai titik akhir angkot dari Anyer dan Merak. Angkot dari arah Serang akan masuk ke Terminal Seruni. “Dengan penataan itu, selain trayek menjadi teratur, kami berharap terjadi pemerataan pendapatan diantara para sopir angkot. Usulan sudah kita sampaikan ke pimpinan, tinggal menunggu persetujuan,” ujarnya.


Berdasarkan pendataan, kata Hendra, jumlah angkot yang beroperasi di Cilegon sebanyak 1.292 unit. Jumlah itu terdiri dari trayek Cilegon-Merak-Pulorida sebanyak 660 unit, Cilegon-Anyer 378 unit, Cilegon-PCI 69 unit, dan Cilegon-Bojonegara-PP sebanyak 185 unit. “Sementara kalau angkot trayek Cilegon-Serang izinnya di Pemprov Banten, makanya tidak ada datanya di kita,” jelasnya.

Salah satu pengemudi angkot, Sarif mengaku alasan berhenti lama di sekitar pusat perbelanjaan ataupun sekolah karena banyak penumpang dari lokasi-lokasi tersebut. Sementara titik yang lain saat ini sepi penumpang, apalagi setelah banyaknya angkutan berbasis online. “Kalau kebijakan yang dibuat pemerintah tidak merugikan awak angkot kami setuju saja, tapi jangan sampai kebijakan justru membuat pendapatan kita berkurang,” tuturnya.

Berbeda diungkapkan Andri, salah satu warga Cilegon. Ia mengatakan, kemacetan di jalan protokol justru akibat banyaknya kendaraan pribadi yang parkir di bahu jalan, sehingga membuat jalan sempit.

Selain harus ditertibkan, pemkot juga harus menyediakan kantung-kantung parkir di sekitar jalan protokol. "Sepanjang jalan banyak mobil parkir di jalan karena tidak ada tempat parkir, bahkan parkir di trotoar," kata Andri.(gillang)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook