Perampas HP Anak SD Diamankan

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Jumat, 20 September 2019 - 15:46:50 WIB   |  dibaca: 605 kali
Perampas HP Anak SD Diamankan

DIPERIKSA: Penjambret ponsel bocah SD di Perumahan TBL diperiksa penyidik, kemarin.

Pelaku penjambretan atau perampasan handphone dengan korban anak sekolah dasar (SD), Ade Rahmana (29), asal Kampung Kedaung, Desa Unyur, Kota Serang berhasil diamankan Satreskrim Polsek Serang, Rabu (18/9) malam.

Kapolsek Serang Kompol Hadi Sucipto mengatakan, Ade Rahmana dilaporkan oleh warga Taman Banten Lestari (TBL), blok E18 A no 27, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang karena telah melakukan aksi kejahatan jalanan di perumahan subsidi tersebut."Pada 6 Agustus 2019 lalu, pelaku dilaporkan telah melakukan penjambretan ponsel milik anak SD atas nama Husni Sabila (8). Kejadiannya sekitar jam dua siang, di depan rumahnya (korban)," katanya kepada Banten Raya, Kamis (19/9).

Menurut Hadi, setiap kali melakukan penjambretan, Ade ditemani oleh pamannya yang saat ini sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Modus yang digunakan pelaku, yaitu berkeliling dengan sasaran anak-anak yang sedang bermain ponsel. "Ade kita amankan di rumahnya. Sasarannya anak kecil karena lebih mudah," ujarnya.

Hadi menambahkan, dari pemeriksaan yang dilakukan penyidik, pelaku merupakan residivis kasus pencurian ponsel dan baru keluar dari lembaga pemasyarakatan (Lapas) Serang pada Desember 2018 lalu."Dari pengakuannya, dia sudah dua kali melakukan perampasan handphone, semua korbannya anak-anak," tambahnya.

Atas kasus itu, Hadi mengimbau kepada masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polsek Serang agar, orang tua selalu waspada dan tidak memberikan handphone kepada anak-anaknya, terutama saat berada di tempat umum."Jangan memberikan Hp kepada anak di tempat-tempat umum dan jangan biarkan anak berkomunikasi atau mudah percaya dengan orang yang tidak dikenal," imbaunya.

Hadi menegaskan, atas perbuatannya itu, Ade akan dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (curas)."Ancaman hukumannya paling lama 12 tahun penjara," tegasnya.

Sementara itu, tersangka Ade Rahmana membenarkan jika dirinya beraksi bersama pamannya. Dirinya nekat melakukan tindakan kejahatan karena terdesak kebutuhan ekonomi, sehingga dia dan pamanya nekat merampas handphone anak kecil"Pilih anak kecil karena gampang ngambilnya dan tidak melawan. Lagi butuh uang," katanya. (darjat/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook