Bukit Waruwangi Wisata Ternak ala Australia

nurul roudhoh   |   Hiburan  |   Sabtu, 21 September 2019 - 11:23:08 WIB   |  dibaca: 465 kali
Bukit Waruwangi Wisata Ternak ala Australia

Bukit Waruwangi kini menjadi destinasi paling populer dan dicari oleh masyarakat, khususnya warga Banten. Dalam laman mesin pencari Google, sampai dengan Jumat (20/9) sore kemarin terdapat 368.000 pencarian Bukit Waruwangi.

Bukit Waruwangi merupakan tempat wisata yang berada di dataran tinggi seluas 60 hektar. Areal Bukit Waruwangi seluas itu masuk ke dalam tiga desa, yaitu Bantarwangi, Bantarwaru, dan Cibojong, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten. Nama Bukit Waruwangi sendiri diambil dari dua nama desa yang disebutkan di awal, yaitu Bantarwaru dan Bantarwangi.

Manajer Bukit Waruwangi, Nico, mengatakan, Bukit Waruwangi baru dibuka untuk umum sebagai tempat wisata pada 25 Agustus 2019 lalu. Banyaknya pengunjung yang memposting aktivitas mereka di Bukit Waruwangi ke media sosial membuat tempat wisata keluarga ini dengan cepat dikenal masyarakat dan banyak diperbincangkan.

Maka seketika tempat ini dibanjiri pengunjung. Bahkan, pada pekan lalu jumlah pengunjung mencapai 3.000 orang lebih dan membuat jalanan di sekitar tempat wisata tersebut macet.“Kami cukup kelelahan waktu kemarin,” kata Nico saat berbincang dengan Banten Raya, Jumat (20/9).

Nico mengatakan, pengelolaan Bukit Waruwangi dimulai tahun 2009, saat untuk pertama kali dilakukan pembebasan lahan. Sejak semula, Bukit Waruwangi diniatkan sebagai pusat pembibitan ternak (breeding) ruminansia, yaitu Sapi dan Kerbau lokal.

Fokus pada pembibitan dilakukan mengingat masih sedikitnya pengusaha yang konsentrasi pada pembibitan ternak ruminansia. Para pengusaha di bidang ternak biasanya lebih kebanyakan pada usaha penggemukan (featening), sementara bibit didatangkan dari Australia. Karena fokus pada pembibitan, maka sapi dan kerbau tidak akan dijual, kecuali sudah tidak produktif.

Guna memperlebar peluang bisnis, Bukit Waruwangi membuka diri menjadi tempat wisata edukasi ternak. Branding yang digunakan adalah 'wWisata agro berbasis ruminansia'.
Dalam iklan yang dibuat dan disebarkan oleh pengelola, wisatawan yang disasar adalah wisatawan rombongan, bukan wisata umum yang datang satu dua orang.

Namun pada perkembangannya, karena begitu masifnya informasi di media sosial yang lebih banyak berkunjung malahan wisatawan umum. Karena itu untuk sementara konsep wisata kelompok masih belum maksimal dijalankan.“Tapi tidak masalah. Karena hakikat pariwisata adalah pelayanan. Pengunjung yang puas pasti akan cerita kepada orang lain,” kata Nico.

Karena masih dalam tahap pembangunan, maka fasilitas yang dimiliki Bukit Waruwangi masih cukup terbatas. Fasilitas yang ada baru sebatas aula pertemuan dua lantai Saung Pasir Angin, Penginapan Pondok Waruwangi, toilet, dan Pojok Kopi Rangkong. Saung Pasir Angin dan Pojok Kopi Rangkong adalah dua lokasi paling populer tempat pengunjung berfoto. Dengan latar belakang bebukitan hijau diselimuti kabut, berswafoto atau foto bersama di kedua lokasi ini membuat foto lebih indah dan instagramable.

Selain itu, Bukit Waruwangi juga memiliki areal peternakan Sapi dan Kerbau. Juga penangkaran Rusa Tutul dan Rusa Timor (Cevrus Timorensis). Saat ini terdapat 200 ekor Sapi dan Kerbau.Pengelola sengaja membiarkan sapi-sapi berkeliaran mencari rumput yang tumbuh subur di perbukitan yang sengaja ditanami rumput.

Sekilas suasana ini mirip seperti peternakan sapi di Australia dan ini memang yang diinginkan pengelola. Maka, pemandangan sapi berkeliaran bahkan ke areal parkir pengunjung dan pedagang kaki lima adalah pemandangan yang biasa.

Rumput sebagai makanan ternak dipilih rumput khusus yang didatangkan dari Australia, bukan rumput lokal yang biasa tumbuh di Indonesia.Rumput Australia ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan rumput lokal, di antaranya ketika kemarau rumput ini tidak akan kering dan memiliki protein lebih banyak.

Untuk bisa menjangkau Bukit Waruwangi pengunjung bisa mengambil dua rute, yaitu dari arah Cilegon ke Anyer lalu berbelok ke Jalan Cinangka. Atau dari arah Palima mengambil jalan Palima-Cinangka (Palka). Untuk memudahkan pencarian, lokasi Bukit Waruwangi berada di belakang Nurul Fikri Boarding School.Pengunjung yang mengendarai roda dua akan dikenai karcis masuk sebesar Rp3.000. Sementara untuk roda empat akan dikenai Rp5.000. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook