Pemprov Banten Komitmen Perjuangkan Hak Anak

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 21 September 2019 - 11:37:12 WIB   |  dibaca: 290 kali
Pemprov Banten Komitmen Perjuangkan Hak Anak

KOMITMEN: Peserta Bimtek Gugus Tugas KLA foto bersama usai mengikuti kegiatan, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA - Indonesia menjadi bagian dari negara anggota PBB yang telah berkomitmen secara internasional, untuk mendukung gerakan dunia dalam menciptakan world fit for children (dunia yang layak bagi anak). Hal tersebut disampaikan Sitti Ma’ani Nina, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan Dan Keluarga Berencana  (DP3AKKB) Provinsi Banten.

Menurutnya, komitmen ini diwujudkan sejak ditandatanginya ratifikasi konvensi hak anak (KHA) melalui keputusan presiden nomor 36 tahun 1990. Di dalam Undang-undang Dasar Tahun 1945, dinyatakan bahwa anak sebagai manusia  memiliki hak yang sama untuk tumbuh dan  berkembang yang artinya bahwa setiap anak mulai dari 0 sampai dengan usia 18 tahun termasuk anak dalam kandungan harus betul betul diberikan perhatian penuh mulai dari hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya serta perlindungan khusus.

"Hak-hak tersebut tidak akan terpenuhi apabila komitmen dari semua elemen baik pemerintah, masyarakat, pemerhati anak, dunia usaha, swasta dan media maupun para orangtua masih belum nyata," kata Nina saat menghadiri Bimtek Gugus Tugas KLA, kemarin.

Untuk mewujudkan pemenuhan hak-hak anak, lanjutnya, dilaksanakan melalui pengarusutamaan hak anak. Pengarusutamaan hak anak (PUHA) sebagai suatu strategi yang dipandang mampu memastikan bahwa pembuatan peraturan perundang-undnagan, kebijakan, program dan kegiatan berikut anggarannya akan berpihak kepada pemenuhan prinsip-prinsip hak anak.

"Pengusutamaan hak anak yang dimaksudkan disini adalah menjadikan pemenuhan hak anak sebagai pertimbangan utama dari pengambil keputusan dan perencana nasional, provinsi dan kabupaten/kota," ujarnya."Apabila hal ini dilaksanakan diharapkan kepedulian mengenai hak-hak anak akan semakin meningkat dan terjamin. Hal ini dapat diwujudkan melalui 24 indikator kabupaten/kota layak anak (KLA)," sambungnya.

Ia menambahkan, KLA merupakan sistem pembangunan yang berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak.

"Di Provinsi Banten pada tahun 2019 telah tercatat sebanyak 8 kabupaten/kota telah mendapatkan penghargaan klaseperti : kota tangerang selatan (nindya), kota tangerang (madya), kab. tangerang(madya), kota cilegon (madya), kota serang (pratama), kab. lebak(pratama), kab. pandeglang (pratama), kab. lebak (pratama), penghargaan forum anak terbaik(kab. lebak) dan puskesmas ramah anak (kota tangerang)," imbuhnya. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook