Perbaikan Jembatan Gantung Pakai APBD Perubahan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 25 September 2019 - 15:39:57 WIB   |  dibaca: 135 kali
Perbaikan Jembatan Gantung Pakai APBD Perubahan

TINJAU JEMBATAN GANTUNG: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang sementara Budi Rustandi (kanan) meninjau jembatan gantung di Kelurahan Dalung, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang, Selasa (24/9). Budi setuju jembatan ini diperbaiki pada APBD perubahan 2019.

SERANG, BANTEN RAYA- Ketua DPRD Kota Serang sementara Budi Rustandi melihat langsung jembatan gantung di Dalung, Kecamatan Cipocok Jaya, yang kondisinya membahayakan, Selasa (24/9). Kepada Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang Asep Heryawan, Budi meminta jembatan tersebut diperbaiki menggunakan anggaran APBD perubahan 2019.

“Ini masih sempat dimasukin ke (APBD) perubahan. Apa yang enggak bisa dianggarin kalau buat masyarakat? Kecuali saya tidak menganggarkan,” kata Budi saat mengunjungi  jembatan gantung tersebut.

Budi menyatakan, setelah meninjau lokasi, ia melihat urgensi perbaikan jembatan ini sangat terlihat. Karena itu ia akan memastikan DPUPR Kota Serang akan menggunakan anggaran pemeliharaan pada APBD perubahan 2019 untuk memperbaiki jembatan gantung ini. Sebab jembatan ini tidak bisa langsung ditangani dengan pembangunan melihat waktu yang mepet.“Tapi ke depan harus ada peningkatan. Kalau yang sekarang hanya perbaikan agar sementara bisa dilewati warga,” katanya.

Budi mengatakan, sengaja perbaikan sementara jembatan gantung menggunakan anggaran pemeliharaan agar perbaikan tersebut tidak melabrak aturan. Sebab bila sudah melabrak aturan maka yang dikhawatirkan ia dan yang terlibat dalam proses pembangunan tersebut yang terkena kasus hukum.

Bila melihat fisik jembatan tersebut, ia berharap warga agar tidak melewatinya. Tetapi masyarakat biasanya akan tetap memaksa. Meski demikian, Pemkot Serang tetap berusaha membuat papan peringatan atau larangan pada jembatan tersebut. Pemkot Serang harus segera mengatasi masalah ini dan jangan sampai menunggu ada korban. “Apa yang kita bisa lakukan, ya lakukan. Rambu tetap dipasang tapi perbaikannya juga ada. Baru nanti 2020 perbaikan,” katanya.

Untuk perbaikan sementara, kata Budi, yang paling krusial adalah lantai jembatan gantung yang harus diperbaiki. Sementara tali sling dan penahan jembatan diperkirakan masih kuat untuk sementara waktu.
 
Kepala Bidang Bina Marga pada DPUPR Kota Serang Asep Heryawan mengatakan, sesuai dengan arahan Ketua DPRD Kota Serang, maka pihaknya akan mencoba mengoptimalkan perbaikan jembatan gantung dengan menggunakan APBD perubahan.

Karena yang akan diperbaiki hanya lantai jembatan, maka anggaran yang akan diperlukan sekitar Rp 200 juta. Anggaran sebesar itu akan dibelanjakan untuk membeli papan ringan sebagai alas jembatan. Kayu yang terlalu berat juga akan menambah beban jembatan. “Ini kita mengendalikan kondisi yang ada dulu,” katanya.

Asep menyatakan bahwa harus ada studi kelayakan terlebih dahulu. Studi itu selain mengkaji pembangunan jembatan juga melihat aturan-aturan lain yang akan berimbas pada adanya jembatan di daerah tersebut.

“Nanti ada kajian dulu karena ini akses ke jalan nasional tidak boleh karena itu kita ingin meminimalisir simpangan ke jalan nasional,” katanya seraya menambahkan, kajian juga akan dilakukan pada status tanah warga, sehingga akan dapat diputuskan apakah jembatan yang akan dibangun nanti tetap jembatan gantung atau permanen. (tohir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook