Polisi-Mahasiswa Sama sama Terluka

nurul roudhoh   |   Nasional  |   Rabu, 25 September 2019 - 16:01:07 WIB   |  dibaca: 119 kali
Polisi-Mahasiswa Sama sama Terluka

PANJANG UMUR PERJUANGAN : Sejumlah mahasiswa menghindari gas air mata serta water canon yang disemprotkan ke arah mereka di depan Gedung MPR, Senayan Jakarta, Selasa (24/9).

JAKARTA - Aksi ribuan mahasiswa di depan gedung DPR RI menolak undang-undang KPK dan RUU bermasalah berakhir ricuh. Polisi menuding gerakan Anarko Sindikalisme menyusup di balik kericuhan demonstrasi mahasiswa.

"Kami sudah dapat informasi Anarko masuk lagi di situ, yang memprovokasi terjadinya bentrokan, ada sembilan orang anggota kepolisian yang terluka kepalanya akibat lemparan batu," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, tadi malam.

Dari sembilan personel polisi yang terkena imbas ricuh demo mahasiswa di Bandung pada Senin (23/9), dua di antaranya mengalami luka berat dan salah satunya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dedi Prasetyo menilai demonstrasi di Bandung lebih rawan berakhir anarkis karena adanya kelompok Anarko Sindikalisme.

Sementara itu, hingga pukul 21.00 WIB tadi malam, sejumlah mahasiswa korban kericuhan aksi di lingkungan DPR/MPR Senayan, Jakarta Pusat, terus bergerak. Jumlah menderita luka akibat gas air mata hingga goresan kawat berduri kian bertambah. "Kawan saya kena kawat duri yang dilempar dari depan gedung DPR," kata Mahasiswa Stikes Usada Jakarta, Abdul, di RS Mintohardjo Jakarta Pusat.

Abdul mengatakan rekannya bernama Iskandar mengalami luka gores di bagian tangan kanan saat menghalau kawat berduri. Menurut dia, Iskandar saat ini sedang menjalani perawatan intensif di ruang Instalasi Gawat Darurat RS Mintohardjo.

Korban tersebut bermunculan usai kericuhan pecah di sekitar depan Gedung DPR/MPR dan flyover Tol Dalam Kota Jakarta sore tadi. Saat itu massa dari berbagai kampus di Jabodetabek merangsek ke tengah Jalan Tol Dalam Kota Jakarta untuk melakukan blokade lalu lintas. "Saat itu ada petugas yang menembakan water cannon, gas air mata untuk memukul mundur kami," katanya.

Sedangkan korban kericuhan demonstrasi di sekitar kawasan DPR/MPR RI terus berdatangan menuju ke ruang IGD maupun Unit Rawat Jalan (URJ) Gedung A RS Mintohardjo. "Kalau saya lihat tadi banyak juga mahasiswa yang kena lemparan batu, pukulan tongkat, ditendang, dan paling banyak kena gas air mata," katanya.

Korban lainnya Sultan Hafidz mengaku terkena peluru gas air mata tepat di bibir atas hingga mengalami robek. "Gas air matanya ditembak kena mulut saya. Tadi baru selesai dijahit di dalam," katanya. Hingga berita ini dibuat, pihak RS Mintohardjo belum memberikan komentar resmi atas upaya perawatan terhadap korban.

Sementara itu, mahasiswa di Provinsi Banten tidak tinggal diam menyikapi sejumlah rancangan undang-undang yang diajukan oleh pemerintah yang dinilai ngawur. Ratusan mahasiswa Banten yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Banten Menggugat turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi menolak RUU yang dibahas pemerintah.

Pantauan Banten Raya di lapangan, mahasiswa mulai berkumpul di kampus UIN Sulltan Maulana Hasanuddin Banten sebagai titik simpul massa. Mahasiswa yang ikut aksi ini berasal dari kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, STKIP Situs Banten, STIE Banten, Universitas Bina Bangsa, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).

Setelah berorasi mahasiswa berjalan kaki dari kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menuju Alun-alun Kota Serang. Selama berjalan melintasi Jalan Jenderal Sudirman sampai Jalan Veteran mahasiswa meneriakkan yel-yel dan lagu aksi untuk membakar semangat massa.

Nahrul Ilmi, humas aksi, mengatakan bahwa mahasiswa Provinsi Banten tidak tinggal diam dan menyuarakan aspirasi rakyat terhadap rancangan undang-undang yang dianggap merugikan rakyat. Rancangan undang-undang yang dimaksud adalah RUU KPK, RUU Permasyarakatan, RUU Pertanahan, dan RUU KUHP.“Kita menolak RUU KUHP yang menindas rakyat. Kita menolak RUU Pertanahan yang pro pada pemodal besar,” kata Nahrul di sela aksi, Selasa (24/9).

Nahrul menyatakan bahwa RUU Pertanahan sangat tidak berpihak kepada para petani. Padahal, petani seharusnya disejahterakan bukan dimiskinkan. Ketika tanah dikuasi oleh pemodal, maka petani yang miskin akan semakin miskin karena tidak lagi memiliki sumber penghasilan. “Jangan sampai ketika lahan tidak ada kita tidak bisa makan,” katanya.

Nahrul juga mengatakan bahwa mahasiswa menolak revisi Undang-Undang KPK karena isinya melemahkan kewenangan KPK. Padahal, selama ini KPK sudah bekerja sangat baik dengan menangkapi para koruptor yang memakan uang rakyat. Bila KPK dilemahkan, maka koruptor akan semakin banyak.“Kalau koruptor semakin banyak, yang dirugikan adalah rakyat,” tuturnya.

Andreas, salah satu peserta aksi, mengatakan bahwa di saat konflik agraria dan masifnya perampasan tanah dari petani negara malah membuat undang-undang yang merugikan petani. RUU Pertanahan berpotensi menyebabkan terjadinya perampasan hak atas tanah dengan mengatasnamakan perubahan tata ruang dan kepentingan umum.“Kalau undang-undang ini disahkan maka tidak akan menghilangkan ketimpangan penguasaan lahan malah memperparah,” ujarnya.

Selain itu, kebakaran hutan dan lahan juga menjadi masalah yang tak kunjung selesai karena setiap tahun terjadi. Kebakaran selalu berulang di wilayah konsesi perusahaan yang sama. Kasus ini juga menyeret dan mengkriminalisasi petani.“Pada saat seperti itu negara hadir memihak perusahaan bukan rakyat kecil,” katanya.

Kapolres Serang Kota AKBP Edhi Cahyoni mengatakan bahwa aksi yang digelar mahasiswa berlangsung aman dan damai. Polisi sendiri hadir untuk mengawal dalam rangka memberikan pelayanan keamanan untuk mahasiswa dan masyarakat.“Kapan pun mereka membutuhkan akan kita kawal,” katanya.

Dalam aksi tersebut Polres Serang Kota menerjunkan 150 personel untuk mengamankan aksi yang dihadiri ratusan mahasiswa tersebut. Ia berharap dalam aksi tersebut tidak terjadi chaos dan tetap damai. Karena itu ia selalu berkoordinadi dengan masing-masing koorlap aksi untuk memastikan aksi berjalan aman dan damai.“Kami berharap mahasiswa menyampaikan aspirasi dengan cara-cara yang baik dan tertib,” kata Edhi. (fin/tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook