Tukang Ojek Cabuli Bocah 3 Tahun

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Senin, 07 Oktober 2019 - 15:19:42 WIB   |  dibaca: 620 kali
Tukang Ojek Cabuli Bocah 3 Tahun

DIAMANKAN:Terduga pelaku pencabulan yang juga tukang ojek (jongkok) diamankan petugas kepolisian, setelah dilaporkan orangtua korban, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA- ES (33) warga Cijeruk, Kecamatan Kibin, Kabupeten Serang diamankan unit perlindungan perempuan dan anak (PP) Satreskrim Polres Serang, Sabtu (5/10). Pria yang berprofesi sebagai tukang ojek itu diduga telah mencabuli anak perempuan berusian 3 tahun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Banten Raya, kasus pencabulan anak di bawah umur itu terjadi pada 15 September 2019, sekitar pukul 16.00. Awalnya, ibu korban berinisial IF menitipkan anaknya ke rumah pengasuhnya yang juga ibu kandung pelaku.
 
Setelah orangtuanya pergi, bocah tersebut diasuh oleh pengasuhnya. Namun lantaran ada keperluan, anak majikannya itu kembali dititipkan kepada ES.Ketika ibu pelaku pergi, pelaku minciumi pipi dan bibir korban.Tidak hanya itu, pelaku juga melakukan pelecehan di bagian kemaluan korban hingga korban kesakitan. Awalnya orangtua korban tidak mengetahui jika anaknya menjadi korban kebejatan tukang ojek tersebut.
 
Kasus itu terbongkar ketika korban mengeluhkan rasa perih saat buang air kecil, kepada orang tuanya. Dari keluhan rasa sakit korban, sehari kemudian sang ibu membawa putrinya ke dokter dan baru diketahui jika putrinya menjadi korban pencabulan.Tidak terima, ibu korban melapor ke kepolisian pada 20 September 2019 ke Mapolres Serang. Dari hasil visum korban, unit PPA Satreskrim Polres Serang melakukan penyelidikan, dan akhirnya menangkap pelaku.

Kasatreskrim Polres Serang AKP Maryadi membenarkan jika pihaknya telah mengamankan salah satu pelaku kasus pencabulan di wilayah hukum Polres Serang. Penangkapan itu merupakan tindaklanjut laporan dari orangtua korban."Kemarin sekitar jam 4 sore kita amankan di jalan, ketika pelaku ngojek," katanya.

Menurut Maryadi, pelaku kini sudah meringkuk di penjara dan pelaku akan dijerat dengan pasal 81 dan pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak."Ancaman hukumannya paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun penjara," ujarnya. (darjat/rahmat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook