70 Orang Ingin Adopsi Bayi yang Dibuang di KSB

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 09 Oktober 2019 - 15:27:36 WIB   |  dibaca: 67 kali
70 Orang Ingin Adopsi Bayi yang Dibuang di KSB

JADI REBUTAN : Wakil Walikota Serang Subadri menjenguk bayi yang dibuang di KSB, Kota Serang di ruang bayi RSUD Banten, Jalan Syaikh Nawawi Al Bantani, Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa (8/10).

SERANG, BANTEN RAYA – Wakil Walikota Serang Subadri Usuludin menengok bayi yang dibuang di tong sampah yang saat ini dirawat di ruang bayi RSUD Banten di Jalan Syaikh Nawawi, Kota Serang, Selasa (8/10). Bayi tersebut dibuang di daerah Kota Serang Baru (KSB), dekat dengan kantor Walikota dan Wakil Walikota Serang.

Subadri mengatakan bahwa kedatangannya menengok bayi perempuan itu karena ingin mengetahui keadaan sang bayi. Pemerintah Kota Serang juga akan bertanggung jawab menjaga kesehatan bayi tersebut, khususnya dalam waktu seminggu sambil menunggu investigasi yang dilakukan polisi.“Dokter tadi bilang alhamdulillah sudah sehat tinggal sehari dua hari perlu dicek jantungnya, darahnya, dan lainnya,” kata Subadri.

Ia menyatakan bahwa saat ini sudah ada banyak orang yang menyampaikan keinginan untuk mengadopsi anak tersebut. Tapi tentu Pemerintah Kota Serang akan melakukan seleksi siapa yang layak untuk dijadikan orang tua angkat. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh orang tua calon pengasuh si anak.

Subadri mengatakan bahwa pembuangan bayi merupakan peristiwa yang amat sangat memalukan. Karena itu ia mengimbau seluruh masyarakat Kota Serang agar bersama-sama, dengan mengawalinya dari diri sendiri, untuk menyadari betapa bahayanya seks pranikah dan betapa bahayanya seks bebas.

Ia juga mengimbau ulama di lingkungan masing-masing untuk gencar memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar paham bahwa selain berdosa seks bebas juga berbahaya bagi semua orang.“Kita kemudian jadi paham betapa pentingnya mendalami agama,” katanya.

Sekretaris Dinas Sosial Kota Serang Alpedi mengungkapkan bahwa ada sejumlah orang yang berminat mengadopsi bayi yang dibuang tersebut. Sampai kemarin ada 25 orang yang baru mengkonfirmasi ingin mengadopsi bayi itu.

Namun karena masa pembukaan seleksi orang tua yang mengadopsi anak itu belum dibuka, maka dinas sosial belum menginventarisir nama-nama calon orang tua asuh tersebut.“Lima sampai tujuh hari bayi itu akan dirawat di rumah sakit. Kalau sampai seminggu tidak ada yang mengakui, maka kami akan menyampaikan ke masyarakat anak ini bisa diadopsi,” katanya.

Penerimaan calon orang tua asuh akan dilakukan Tim Verifikasi Calon Orang Tua Asuh (COTA) yang terdiri dari unsur Dinas Sosial Kota Serang, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Serang, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Serang, dan Satuan Kerja Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos).

Penerimaan calon orang tua asuh akan dilakukan selama empat hari setelah kepolisian tidak dapat menemukan orang tua si bayi atau sampai tidak ada yang mengakui bayi itu sebagai anak.“Tahun ini ada 2 kasus pembuangan bayi, yang terjadi pada April lalu dan Oktober ini. April lalu si bayi akhirnya diambil orang tua kandungnya tapi untuk yang ini belum tahu karena masih berlangsung,” kata Alpedi.

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Anak dan Lanjut Usia pada Dinas Sosial Kota Serang Hendri Sudiarni mengatakan bahwa berdasarkan inventarisasi sementara ada 70 orang yang menyatakan ingin menjadi orang tua asuh si bayi. Mereka ada yang menyampaikan itu ke dinas sosial tetapi ada juga ke P2TP2A Kota Serang dan LPA Kota Serang.

Bagi yang ingin mengadopsi, mereka akan diberikan formulir dan harus memenuhi 23 item syarat yang tercantum, di antaranya membuat surat permohonan izin pegangkatan anak yang ditujukam ke Dinas Sosial Provinsi Banten, melampirkan photo copy kartu keluarga, KTP suami istri, surat nikah, akte kelahiran suami istri, dan surat keterangan catatan kepolisian atau SKCK. Lalu, surat keterangan kesehatan sehat dari rumah sakit,

surat keterangan fungsi reproduksi, keterangan bebas narkoba dari rumah sakit pemerintah, surat keterangan motivasi mengadopsi anak, dan surat pernyataan tidak berhak menjadi wali nikah.“Yang diutamakan adalah yang selama lima tahun ke atas menikah tetapi belum punya keturunan atau baru punya satu anak. Selain itu usia jangan lewat 55 tahun,” kata Hendri. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook