Tatu Panas-panasan Bareng Pendemo

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 09 Oktober 2019 - 15:35:01 WIB   |  dibaca: 53 kali
Tatu Panas-panasan Bareng Pendemo

TEMUI PENDEMO : Bupati Serang Rt Tatu Chasanah bersama Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum menemui peserta aksi unjuk rasa di depan pendopo Bupati Serang, Selasa (8/10).

SERANG, BANTEN RAYA – Peringatan hari ulang tahun (HUT) ke -493 Kabupaten Serang yang dipusatkan di gedung DPRD Kabupaten Serang dan pendopo Bupati Serang disambut aksi unjuk rasa oleh dua kelompok mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Delapan Oktober (Golok), dan Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas). Mereka menuntut agar Pemkab Serang menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di Kabupaten Serang.

Pantauan Banten Raya di lokasi, usai melakukan pemotongan tumpeng di halaman pendopo, Bupati Serang Rt Tatu Chasanah didampingi Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum menemui dua kelompok mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa secara bergantian. Pada kesempatan itu bupati berpanas-panasan untuk menjawab setiap pertanyaan yang disampaikan mahasiswa dari pukul 12.22 WIB sampai dengan pukul 13.18 WIB.

Adapun tuntutan yang disampaikan mahasiswa yang tergabung dalam Golok yaitu, menuntut agar Pemkab Serang menindak tegas perusahaan yang membuang limbah ke sungai Ciujung dan Cidurian, membuat regulasi terkait penanganan lingkungan hidup di Kabupaten Serang, menormalisasi sungai Ciujung dan Cidurian  agar tidak ada sedimentasi lumpur yang mengedap, dan menuntut ruang bagi petani dan nelayan di Kecamatan Bojonegara-Puloampel.

Kemudian, menuntut Pemkab Serang agar tidak memperluas lahan industri dan pertambangan, tidak memberi ijin apapun terkait pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB) di Kecamatan Padarincang, mengembalikan fungsi gunung Prakas sebagai hutan lindung, menjadikan gunung Prakas dan Rawa Danau sebagai cagar budaya, menuntut segera pembangunan pusat pemerintah kabupaten (Puspemkab).

Selanjutnya, para peserta aksi menuntut pengentasan pengangguran di Kabupaten Serang, mewujudkan pendidikan wajib sembilan tahun, dan memprioritaskan tenaga kerja lokal atau pribumi. “Saya minta 12 tuntutan yang kami sampaikan bisa ditandatangani bupati dan bisa dikaji dan ditindaklanjuti paling lambat 14 hari ke depan terhitung mulai detik ini,” ujar koordinator aksi Imron Nawawi, Selasa (8/10).

Menanggapi tuntutan mahasiswa tersebut, bupati memastikan, apa yang menjadi tuntutan para mahasiswa telah menjadi komitmen Pemkab Serang untuk menyelesaikannya. “Mengenai pencemaran sungai Ciujung dan Cidurian, ini terus ditindak oleh LH (Dinas Lingkungan Hidup), ada perusahaan yang masuk ke ranah hukum dan dipenjarakan karena beberapa kali diberi waktu untuk melakukan perbaikan tapi tidak melakukan perbaikan,” ujar Tatu.

Tidak hanya itu, Tatu juga menuturkan, pada tahun ini proses revitalisasi dan normalisasi sungai Ciujung lama atau kali mati di Serang utara sepanjang delapan kilometer sedang berlangsung. “Tujuan revitalisasi untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Terkait dengan ruang bagi petani dan nelayan, saya akan memeriksa pabrik-pabrik yang ada di Bojonegara-Puloampel karena nelayan tidak bisa melaut,” katanya.

Sedangkan terkait dengan lahan untuk industri, bahwa Pemkab Serang memberikan ijin sesuai rencana tata ruang wilayah (RTRW). “Pemda Serang tidak punya kewenangan memperluas lahan industri. Untuk pertambangan kewenangannya sudah beralih ke provinsi. Kami meminta penentuan untuk lokasi penggalian pasir laut dilakukan kajian yang matang. Untuk pendidikan jadi fokus kami,” tuturnya.

Sedangkan untuk mengutamakan tenaga kerja lokal, Tatu menuturkan, Pemkab Serang telah memiliki peraturan daerah (perda) tentang ketenagakerjaan sebagai komitmen untuk merekrut tenaga kerja lokal. “Bagi yang akan melamar industri di Kabupaten serang harus memiliki NIK (nomor induk kependudukan) Kabupaten Serang, agar yang bekerja di industri di Kabupaten Serang banyaknya bukan dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lampung,” katanya.

Setelah itu, Tatu yang juga ditemani Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Serang Hatib Nawawi menandatangani kontrak dengan para mahasiswa. Kelompok aksi dari Golok pun bubar. Setelah itu, Tatu langsung menghampiri Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas) yang juga berunjuk rasa tak jauh dari aktivis Golok. Sama seperti sebelumnya, Tatu mendengarkan tuntutan mahasiswa yang relatif sama, dan meresponsnya dengan tenang. (tanjung/fikri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook