Ajak Warga Cegah Kekerasan Anak

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 10 Oktober 2019 - 11:04:38 WIB   |  dibaca: 31 kali
Ajak Warga Cegah Kekerasan Anak

SOSIALISASI : Warga Kelurahan Tegal Bunder diberikan pemahaman materi pencegahan dan penanganan, kemarin.

CILEGON, BANTEN RAYA – Pemerintah Kelurahan Tegal Bunder, Kecamatan Purwakarta menggelar sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Aula Kelurahan Purwakarta, Rabu (9/10). Warga diajak untuk berperan aktif dalam pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak.

Lurah Tegal Bunder, Suedi menjelaskan, dengan adanya sosialisasi PATBM diharapkan para kader serta warga bisa aktif dalam pencegahan kekerasan terhadap anak yang kerap terjadi di masyarakat. “Kami ingin warga memiliki kesadaran kolektif soal pencegahan dan penanganan kekerasan anak, sehingga kekerasan bisa dicegah dan bila terjadi secepatnya mendapatkan respons dan penanganan yang baik,” katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Suedi menyatakan, kemampuan warga yang dinilai masih minim dalam mendidik anak bisa menjadi pemicu adanya kekerasan.Menurut Suedi, saat ini sudah bukan lagi  zamannya mendidik anak dengan kekerasan fisik dan psikis. “Ini berkenaan bagaimana cara mendidik anak tanpa adanya kekerasan secara fisik dan psikis,” imbuh pria yang sering memakai kopyah hitam ini.

Sementara itu, Camat Purwakarta, Balukia Ikbal mengungkapkan, mendidik anak merupakan tugas dan kewajiban orangtua. Namun jika metode pendidikan salah, bisa timbul kekerasan psikis dan fisik terhadap anak.Dalam sosialisasi tersebut, lanjut Balukia, warga diajarkan mendidik anak kekinian dengan metode memotivasi dan mengajak. “Sekarang dan dulu itu beda. Warga harus memiliki peningkatan kesadaran mendidik anak tanpa melakukan kekerasan, baik berteriak, memukul mencubit dan lainnya,” ungkap pria berkacamata ini.

Psikolog dari Unit Pelaksana Tugas (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Cilegon, Annisa Febi Ariadi menjelaskan, dengan adanya PATBM warga diharapkan mampu menjadi ujung tombak pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, sehingga angka kekerasan bisa menurun.

Menurutnya, faktor pendidikan dan ekonomi menjadi latar belakang maraknya kekerasan di Kota Cilegon.“Bukan soal ekonomi saja, faktor ketidakpahaman atau pendidikan juga mempengaruhi banyaknya kekerasan yang dilakukan, khususnya orang-orang terdekat,” singkat putri Walikota Cilegon, Edi Ariadi ini saat memberikan materi. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook