8 Persen Ibu Masih Melahirkan di Rumah

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Kamis, 10 Oktober 2019 - 13:58:56 WIB   |  dibaca: 32 kali
8 Persen Ibu Masih Melahirkan di Rumah

KAMPANYE LINFASKES: Bupati Serang Rt Tatu Chasanah foto bersama dengan petugas kesehatan Kabupaten Serang di halaman Pemkab Serang, Rabu (9/10).

SERANG, BANTEN RAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang terus berupaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang masih tinggi di Kabupaten Serang. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu, menggelar kampanye persalinan di fasilitas kesehatan (linfaskes).

Bupati Serang Rt Tatu Chasanah mengatakan, selain melakukan kampanye linfaskes, Pemkab Serang juga sedang membuat tim khusus untuk penanganan AKI/AKB dari tingkat kabupaten sampai tingkat desa. “Tingginya tingkat kematian ibu dan bayi sudah ditetapkan kategori siaga satu,” kata Tatu di halaman pendopo Bupati Serang, Rabu (9/10).

Ia mengimbau, agar pada ibu hamil lebih peka terhadap kesehatannya dengan terus menjaga pola hidup sehat sesuai saran dari petugas kesejatan agar kandungannya terjaga sehingga tidak terkena hipertensi. “Kami sudah sediakan tim yang sudah berjalan, mereka sudah gencar untuk sosialisasi persalinan agar di fasilitas kesehatan,” ungkapnya.

Tatu berharap, dengan adanya pendampingan secara khusus tidak ada lagi ibu hamil yang melahirkan melalui dukun kampung atau paraji. “Penyebab kematian ibu dan bayi kan terdapat unsur langsung seperti komplikasi saat kehamilan, pendarahan, dan infeksi. Sedangkan, unsur yang tidak langsung adalah ibu hamil yang terkena penyakit menular seperti HIV/AIDS, TBC, dan hipertensi,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Sri Nurhayati mengatakan, kampanye linfaskes dilakukan untuk mendorong para ibu hamil agar melakukan proses kelahirannya di faskes baik tingkat pertama maupun di faskes lanjutan atau rujukan. “Kita kampanyekan karena untuk keselamatan bayi dan ibu melahirkan, sekarang kebijakannya harus di faskes dan tidak diperbolehkan melahirkan di rumah,” katanya.

Sri mengatakan, ibu proses kelahirannya di rumah semakin hari semakin berkurang. “Persentasenya yang melahirkan di rumah sekitar delapan persen. Kalau untuk jumlah AKI sampai Oktober ini sudah ada 47 kasus, sedangkan untuk AKB-nya 22 kasus,” ungkapnya. (tanjung/fikri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook