Pelaku UMKM Diajari Ngutang ke Bank Serang

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Kamis, 10 Oktober 2019 - 14:02:20 WIB   |  dibaca: 85 kali
Pelaku UMKM Diajari Ngutang ke Bank Serang

SOSIALISASI: Ketua Forum UMKM Kabupaten Serang Babay Suhendri (kiri) foto bersama dengan para narasumber kegiatan inklusi keuangan, Rabu (9/10).

SERANG, BANTEN RAYA – Forum Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Serang bekerjasama dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Serang menggelar kegiatan inklusi keuangan. Kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pelaku UMKM terkait dengan proses dan prosedur untuk mendapatkan pinjaman kredit ke perbankan untuk meningkatkan usaha mereka.

Ketua Forum UMKM Kabupaten Serang Babay Suhendri mengatakan, masyarakat terutama pelaku UMKM perlu mengetahui proses dan prosedur bagaimana mendapatkan pinjaman kredit perbankan terutama pinjaman tanpa agunan. “Manfaat dari pinjaman itu sebenarnya untuk pelaku UMKM itu sendiri dalam rangka meningkatkan usaha mereka,” kata Babay di aula Kecamatan Pontang, Rabu (9/10).

Ia menjelaskan, inklusi keuangan atau literasi keuangan menjadi sebuah kewajiban bagi penyelenggara usaha jasa keuangan (PJUK) sesuai peraturan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Kami forum UMKM melihat peluang itu dan mengajukan proposal ke BPR Serang dan alhamdulillah awal bulan lalu diajukan proposalnya dan hari ini (kemarin-red) bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Babay menuturkan, pada kesempatan tersebut, para peserta inklusi yang terdiri dari pelaku UMKM, petani, nelayan, mahasiswa, dan pelajar berkesempatan menanyakan langsung kepada pihak perbankan yang hadir sebagai narasumber. “Peserta kelihatannya cukup antusias dan pada menanyakan bagaimana bisa mengakses kredit terutama yang tanpa agunan yang ada diperbankan,” paparnya.

Ia mengungkapkan, BPR Serang menyampaikan jika di BPR Serang terdapat kredit tanpa agunan dengan syarat-syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pihak perbankan. “Kata pihak bank ada kredit tanpa agunan sampai Rp5 juta tapi dengan catatan pelaku usaha memiliki catatan keuangan, riwayat usahanya jelas. Sekarang ini yang menjadi kendala banyak UMKM yang tidak mencatat transksinya,” tuturnya. (tanjung/fikri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook