43.810 Panggilan Iseng Masuk 112

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Kamis, 10 Oktober 2019 - 14:22:29 WIB   |  dibaca: 163 kali
43.810 Panggilan Iseng Masuk 112

KOMIT BEROPERASI : Kepala Diskominfo Kota Serang Hari Pamungkas memantau operator yang bertugas di ruang Call Centre Serang Siaga 112 di gedung Kominfo Kota Serang, Ciceri, Kota Serang, Rabu (9/10).

SERANG, BANTEN RAYA – Panggilan layanan Serang Siaga 112 pada Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Serang mencatat sejak pertama dilaunching Serang Siaga 112 pada tanggal 12 Februari hingga awal Oktober sudah ada 43.810 aduan tidak valid atau prank call dari total panggilan terjawab sebanyak 86.988. Tingginya aduan tidak valid karena minimnya pengetahuan masyarakat tentang layanan Serang Siaga 112.

Kepala Diskominfo Kota Serang W Hari Pamungkas mengatakan, berdasarkan rekapitulasi panggilan layanan 112, ada 86.988 total panggilan terjawab, 23.957 total panggilan tidak terjawab, 260 total aduan valid, dan 43.810 total aduan tidak valid. Dari jumlah tersebut, aduan paling banyak yaitu tentang pohon tumbang, PLN, kebakaran, permintaan ambulans hingga percobaan bunuh diri.

“Memang aduannya itu banyak melalui layanan 112, tapi memang banyak juga yang hanya prank call dan ghost call (panggilan hantu),” kata Hari, saat ditemui di kantornya di Diskominfo Kota Serang, Ciceri, Kota Serang, Rabu (9/10) siang sekitar pukul 14.30.

Ia menyebutkan, panggilan yang masuk ke layanan 112 beragam, mulai dari orangtua, orang dewasa, hingga anak di bawah umur. “Bahkan kadang ada juga yang iseng hanya karena mencoba mengaktifkan kartu selulernya saja,” sebut dia.

Hari menjelaskan, banyaknya aduan tidak valid itu dikarenakan minimnya pengetahun masyarakat tentang fungsi dari layanan Serang Siaga 112. Maka dari itu diperlukan sosialisasi lebih banyak kepada masyarakat terkait dengan penggunaan Serang Siaga. “Sebenarnya antusiasme masyarakat terhadap layanan 112 ini cukup tinggi, itu dibuktikan dengan total 86 ribu panggilan, tapi karena lebih banyak prank dan ghost call maka ini perlu diberi pengetahuan untuk penggunaannya,” jelasnya.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, sambung dia, pihaknya memiliki aturan yang berlaku. Dimana apabila masyarakat menghubungi lebih dari lima kali, maka nomornya akan diblokir satu hari agar tidak bisa menelepon layanan 112. Sementara bila dilakukan sebanyak 10 kali maka pihaknya akan mengusulkan kepada Kementerian Kominfo untuk memblokir nomor tersebut.
“Jadi kita juga punya strateginya. Saat penelepon memanfaatkan jasa layanan ini, maka kita peringatkan bila laporannya tidak benar itu akan dikenakan sanksi,” tuturnya.

Ia menjelaskan, layanan Serang Siaga 112 ini meliputi beberapa aduan yang berpotensi kegawat daruratan, mulai dari kebakaran, kecelakaan lalu lintas, kesehatan, banjir, pohon tumbang dan lain sebagainya. Bahkan pihaknya juga memasukan berdasarkan kebutuhan kearifan lokal seperti kondisi stunting atau gizi buruk.“Jadi kalau memang ada hal yang tersebut bisa dilaporkan kepada kepada 112,” jelas Hari.

Sementara, salah satu staf Diskominfo Kota Serang Rifa mengatakan, hampir setiap hari ada sekitar 400 hingga 500 panggilan yang masuk, paling banyak hanya prank dan ghost call saja. Seperti panggilan palsu, dan tidak ada suara pada saat mengangkat panggilan. “Jadi suka ngebecandaain ngajak kenalan gitu. Itu bisa ketahuan dari nada bicaranya yang aduan benaran atau hanya prank saja,” ujar Rifa.

Kalau untuk panggilan yang riil untuk bulan Oktober ini, lanjut dia, kebanyakan soal kebakaran, dan pohon tumbang. “Kalau kebakaran langsung ditindaklanjuti Damkar. Untuk menindaklanjuti laporan panggilan itu paling lewat telepon. Kalau susah juga lewat chat whatsapp (WA)," katanya. (harir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook