Warga Curigai Tes Tulis Kades di Tangerang

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Jumat, 11 Oktober 2019 - 15:10:54 WIB   |  dibaca: 245 kali
Warga Curigai Tes Tulis Kades di Tangerang

MASIH PANAS : Ratusan warga Desa Teluknaga, Kecamatan Teluknaga mendatangi kantor DPMPD Kabupaten Tangerang.

KAB TANGERANG, BANTEN RAYA - Ratusan warga Desa Teluknaga, dan Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang mendatangi kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang di Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Kecamatan Tigaraksa, Kamis (10/10).

Kedatangan mereka karena tidak puas dengan hasil tes tulis kemampuan dasar bakal calon kepala desa (balon kades) yang dilakukan tim independen dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Institute for Community Development (LPM ICD). Warga menuding ada ketidakberesan dalam proses seleksi sehingga balon kades  jagonya tidak lolos seleksi.

Balon Kades Teluknaga Amin Bahdian mengatakan, pelaksanaan tes tulis kemampuan dasar balon kades yang digelar pada Selasa (8/10) hanya bersifat seremonial atau formalitas. Pasalnya, tes tulis itu diikuti oleh seluruh balon kades di 153 desa di lingkungan Kabupaten Tangerang.

Padahal, tidak seluruhnya desa yang akan menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) memiliki balon kades berjumlah di atas lima orang. “Logikanya, balon kades yang berjumlah di bawah lima orang tidak diisi juga, soal tes dipastikan lolos karena tim independen dari LPM ICD meloloskan lima balon kades,” kata Amin kepada wartawan di kantor DPMPD Kabupaten Tangerang.

Selain itu, pada saat pengumuman, tidak disampaikan nilai dari masing-masing balon kades itu. Karena itu, Amin menduga, ada kecurangan dalam proses seleksi balon kades tesebut. “Proses seleksi kami nilai bermasalah dan tidak transparan. Karena itu, kami datang ke DPMD untuk mengklarifikasi hasil seleksi yang dilaksanakan tim independen dari LPM ICD,” katanya.

Menurut Amin, kejanggalan pengumuman tes tulis balon kades berlanjut setelah semua balon kades menerima hasil. Di sana nampak pengumuman keluluasn tanggal 8 Oktober 2019. Padahal ditanggal itu, digelarnya tes tulis tersebut. “Jika mengacu kepada kertas pengumuman hasil tes, berarti pelaksanaan test tulis itu juga sudah diketahui hasilnya,” tuturnya.
Amin menuntut, tahapan pilkades di Kabupaten Tangerang khususnya di Desa Teluknaga dihentikan atau ditunda terlebih dahulu. Jika tidak ditunda, maka enam balon kades harus diberi kesempatan untuk tetap ikut dalam pilkades serentak 2019.

Biarkan masyarakat Rangkasbitung Timur yang menentukan pilihan terhadap balon kades yang akan ikut persaingan.“Kalau enggak ada penjelasan yang rasional, kita minta tahapan pilkades ditunda atau beri kesempatan kami bersaing sehat. Dudukan enam orang balon kades dipanggung, nanti biar masyarakat yang memilih,” ungkapnya.

Kepala DPMPD Kabupaten Tangerang Adiyat Nuryasin mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan hal itu kepada aturan main yang sudah ditentukan. Artinya, bila balon kades yang tidak lolos  mempersoalkan hasil tes tulis itu yang memiliki hak jawab itu tim independen dari LPM ICD. “Kami profesional saja dalam konteks pilkades. Jadi kalau menanyakan hasil tanya ke LPM ICD,” katanya.

Terkait hasil pengumunan balon kades tertera tanggal 8 Oktober, padahal tanggal 8 oktober tersebut pelaksanaan tes tulis, pihaknya sudah menanyakan langsung bahwa itu hanya kesalahan yang tidak disengaja. “Mungkin mereka cape, akhirnya kertas pengumuman tertera tanggal 8. Sudah ya saya mau rapat lagi,” pungkas Ahdiyat sambal masuk ruangannya. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook