Penusuk Wiranto Dikenal Tertutup

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Jumat, 11 Oktober 2019 - 15:15:42 WIB   |  dibaca: 913 kali
Penusuk Wiranto Dikenal Tertutup

WIRANTO DIEVAKUASI: Polisi dan TNI membawa Menkopolhukan Wiranto ke helikopter untuk dievakuasi setelah ditikam di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10). Wiranto menderita dua luka dalam di perut kiri setelah dia ditikam seorang tersangka yang berafiliasi dengan JAD.

MENES, BANTEN RAYA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto ditusuk dua oknum warga di pintu gerbang Alun-alun Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Kamis (10/10) pukul 11.50 WIB.

Peristiwa penusukan ini terjadi usai Wiranto menghadiri acara peresmian gedung kuliah bersama di Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten. Informasi yang dihimpun Banten Raya, sekitar pukul 08.57 WIB, Wiranto dan rombongan tiba di Alun-alun Menes, Desa Purwaraja Kecamatan Menes. Pukul 09.05 WIB menuju kampus UNMA Banten di Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi. Pukul 11.30 WIB, Wiranto meninggalkan UNMA menuju Alun-alun Menes.

Setibanya di pintu gerbang Alun-alun Menes pukul 11.50 WIB. Ketika turun dari mobil hendak pulang ke Jakarta menuju helikopter, Wiranto menyalami beberapa orang yang sudah menunggu di luar pintu mobil. Secara tiba-tiba muncul pria berbaju hitam, celana putih, dan wanita bercadar kerudung hitam yang tidak dikenal langsung mengeluarkan belati ninja (kunai), dan gunting dari arah belakang mobil, dan berupaya menusuk Wiranto dari arah samping kiri.

Selain Wiranto, ada tiga orang lain yang terkena luka tusuk yakni Kapolsek Menes Kompol Dariyanto, ajudan Danrem 064 Maulana Yusuf Serang Serda Yogi, dan tokoh MA UNMA Banten H Fuad Sauqi. Petugas kepolisian dan TNI mengamankan kedua pelaku, dan mengevakuasi Wiranto ke Klinik Medical Center Menes untuk menutupi luka.

Setelah kondisi membaik, Wiranto langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Berkah Pandeglang, dan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta menggunakan helikopter untuk ditangani lebih lanjut.

Kedua pelaku penusukan Wiranto sepasang suami istri, yakni Syahril Alamsyah alias Abu Rara (51), warga Syahrial VI Nomor 104 LK, Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara; dan Fitri Andriana (21) warga Desa Sitanggai, Kecamatan Karangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kedua pelaku diamankan di Polres Pandeglang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolda Banten, Irjen Pol Tomsi Tohir mengatakan, pihaknya sudah melakukan sterilisasi dan pengamanan saat Wiranto kembali ke Alun-alun Menes. Wiranto saat itu turun dari mobil dan kemudian menyapa masyarakat. "Untuk pengamanan sudah dilakukan parameter, bahkan di tempat Mathla'ul Anwar juga sudah dilakukan sterilisasi.

Bisa diketahui bersama, Pak Wiranto saat datang sangat welcome dengan masyarakat, menyapa untuk berfoto. Kita sudah berupaya melakukan pengamanan bersama-sama, dan dari Brimob juga ada di sana (Alun-alun-red)," katanya. Kapolda memastikan kondisi Wiranto, ajudan Danrem 064 Maulana Yusuf Serang Serda Yogi, dan tokoh MA UNMA Banten H Fuad yang terkena tusukan dalam keadaan membaik. "Kondisinya bagus, stabil. Memang ada luka tusuk di bagian perut, tapi sudah mendapat penanganan medis," katanya.

Kapolda belum bisa memastikan motif pelaku penusukan tersebut. Pihaknya masih melakukan penyelidikan. "Kedua pelaku sudah diamankan. Barang bukti yang diamankan berupa senjata tajam gunting. Untuk motif sementara masih dalam perkembangan," tegasnya.

Direktur RSU Berkah Pandeglang dr Firmansyah mengatakan, setelah mendapat penanganan medis, kondisi Wiranto dalam keadaan membaik. "Pak Wiranto datang ke sini dengan kondisi yang stabil. Untuk luka Pak Wiranto terkena dua tusukan, terkena lapisan dalam perut peritoneum dan pelvis dengan titik luka ada di perut sebelah kiri bawah," ucapnya.

Meski begitu, kata Firman, untuk mendapat penanganan medis lebih baik, Wiranto harus dirujuk ke RSPAD Jakarta. "Kami hanya menangani untuk menstabilkan kondisi Pak Wiranto, dan beliau tidak terjadi pendarahan. Dari sini langsung dibawa ke RSPAD untuk mendapatkan penanganan medis di sana," ujarnya.

Gubernur Banten Wahidin Halim didampingi Bupati Pandeglang, Irna Narulita yang menjenguk Wiranto di RSU Berkah Pandeglang menyerahkan kasus itu kepada pihak kepolisian. "Saya prihatin dengan adanya kejadian ini. Saya tidak bisa menjelaskan karena masalah keamanan Kapolda yang tahu, kapolda yang melakukan pendalaman, kita tidak bisa menduga-duga," kata Gubernur.

Kontrakan Abu Rara Digeledah Polisi
Tempat tinggal atau kontrakan Abu Rara pelaku penusukan Wiranto di Kampung Sawah, RT 04 RW 06, Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang digeledah aparat kepolisian, Kamis (10/10). Penggeledahan yang menjadi perhatian warga setempat tersebut pihak kepolisian memasang garis polisi.

Ketua RT 04, Kampung Sawah, Ahmad Sanusi mengatakan, Abu Rara mengontrak rumah milik Yosep. Abu Rara tinggal di rumah kontrakan bersama istri dan satu anak perempuannya. "Dia sudah satu tahun lebih tinggal di sini," kata Sanusi, ditemui di kontrakan pelaku, kemarin.

Sanusi menilai, Abu Rara terkesan tertutup karena tidak pernah berbaur dengan warga yang lain. "Orangnya gak pernah gaul dengan masyarakat di sini, istrinya juga di dalam kontrakan terus," ujarnya.

Sanusi menjelaskan, aktivitas keseharian Abu Rara hanya sebagai penjual pulsa. Namun pihaknya sering melihat Abu Rara keluar pada malam hari. "Dia jualan pulsa di depan kontrakan. Memang kalau malam hari dua suka keluar rumah, entah mau kerja atau apa saya kurang tahu, tapi kalau siang hari di dalam kontrakan terus tidak pernah bergaul dengan tetangga di sini," ucapnya.

Hal senada dikatakan, Rizaldi warga setempat. Dia mengaku kurang begitu mengenal Abu Rara yang mengontrak di rumah milik Yosep. "Gak tahu. Saya lihat tadi banyak polisi yang geledah rumah itu sampai dipasang garis polisi," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Generasi Muda MA Ahmad Nawawi mengatakan, tidak menyangka Wiranto akan ditikam oleh oknum warga. "Tidak ada yang mencurigakan, saya pikir semuanya aman karena itu adalah wilayah pihak kepolisian yang mengamankan. Sejauh ini kami dari Mathla'ul Anwar tidak tahu dan tidak mengenal pelaku, jadi bisa dipastikan itu bukan dari keluarga besar Mathla'ul Anwar," imbuhnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook