Guru Ngaji Tagih Janji Pemkot

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 12 Oktober 2019 - 11:11:31 WIB   |  dibaca: 50 kali
Guru Ngaji Tagih Janji Pemkot

IKHLAS: Guru ngaji gerabadan di Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, mengajari anak didiknya mengaji di kediamannya, di Kasunyatan, Kota Serang, Kamis (11/10). Mereka berharap insentif yang dijanjikan Pemkot Serang segera cair, sehingga mereka merasa diperhatikan oleh pemerintah.

SERANG, BANTEN RAYA- Para guru ngaji grabadan menagih janji Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. Karena hingga kini rencana pemberian insentif bagi guru ngaji grabadan, hingga kini masih belum terwujud. Padahal, para guru ngaji grabadan sudah menaruh harapan pada program tersebut.

Harapan itu dikatakan Kasi Pemerintahan Umum pada Kelurahan Kasunyatan Tuti Sumiyati. Menurutnya, guru grabadan saat ini masih dibayar dengan seikhlasnya."Masing-masing guru tidak mendapatkan iuran atau honor dari para muridnya. Kalau ada yang ngasih, misal Rp 5.000 atau Rp 10.000 per bulan, ya diterima. Cuma kalau minta gak pernah, malu katanya," kata Tuti kepada wartawan, Jumat (11/10).

Ia menyebutkan, saat ini guru grabadan yang ada di Kelurahan Kasunyatan, masing-masingnya memiliki kurang lebih 50 anak didik."Tiap guru ngaji grabadan memiliki anak didiknya sekitar kurang lebih ada 50 orang," sebut dia.

Tuti menuturkan, para guru grabadan yang disambanginya pada saat itu mengaku bahwa mereka sudah cukup dengan hasil anak didik mereka yang bisa membaca huruf hijaiyah."Yang penting prinsip para guru ngaji grabadan itu, para anak-anak bisa mengenal huruf hijaiyah dan mampu mengaji," tuturnya.

Ia menjelaskan, untuk waktu pelaksanaan ngajinya dilakukan bada solat maghrib setiap harinya.  Namun untuk malam Jumat, kegiatan belajar mengaji diliburkan."Mereka memulai aktifitasnya selepas magrib dan selesai pas adzan isya. Setiap hari mereka melakukan kegiatan ini. Kecuali malam jumat yang memang libur," jelas Tuti.

Tuti mengaku miris dengan kondisi tersebut. Padahal, mereka berjuang untuk membangun generasi yang memahami al-Quran dengan baik."Miris dan sedih saya melihat beliau-beliau ini. Padahal mereka berjuan untuk mendidik dan mencetak generasi muda yang Qurani," akunya.

Ia mengungkapkan, para guru ngaji grabadan ini menaruh harapan pada janji yang dilontarkan oleh duet pasangan 'Aje Kendor', untuk bisa menyejahterakan mereka."Bapak walikota dan wakil walikota Serang sudah memikirkan para guru ngaji, yang insya Allah tahun depan mereka akan mendapatkan honor," ungkap Tuti seraya mengaku sengaja mengunjungi para guru ngaji grabadan, untuk dapat mengidentifikasi kondisi mereka saat ini.

Salah satu guru ngaji grabadan Jamsari mengaku senang saat dikunjungi oleh pihak kelurahan. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa mereka saat ini masih diperhatikan."Alhamdulillah, kami sudah dikunjungi oleh oleh pihak kelurahan. Ini pertama kali kami dikunjungi oleh perwakilan pemerintah. Kami saat ini jadi merasa diperhatikan," ujar Jamsari.

Ia pun berharap, Pemkot Serang dapat benar-benar merealisasikan janji, untuk memberikan kesejahteraan bagi para guru ngaji grabadan."Semoga janji dapat segera direalisasikan. Karena itu merupakan bentuk perhatian dari pemerintah, atas keberadaan dan kesejahteraan kami," harapnya. (harir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook