Seleksi Balon Kades Dinilai Cacat Hukum

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Sabtu, 12 Oktober 2019 - 11:23:35 WIB   |  dibaca: 265 kali
Seleksi Balon Kades Dinilai Cacat Hukum

PROTES : Ratusan warga kembali menggelar unjuk rasa menuntut tahapan pilkades dihentikan sementara, di Kantor DPMPD Kabupaten Tangerang, Jumat (11/10).

KAB. TANGERANG, BANTEN RAYA - Ratusan warga Desa Kayu Agung, Kecamatan Sepatan dan Desa Rawa Rengas, Kecamatan Kosabi kembali menggelar unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang, Jumat (11/10). Mereka meminta proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dihentikan sementara. Pasalnya, proses penunjukkan tim independen oleh Pemerintah Kabupaten (Pemakab) Tangerang melalui DPMPD dinilai cacat hukum.

Sekadar informasi, unjuk rasa di Kantor DPMPD Kabupaten Tangerang untuk menolak hasil seleksi balon kades oleh tim independen sudah dilakukan selama dua hari berturut-turut.
Salah seorang pengunjuk rasa, Dulamin Jigong mengatakan, tim independen yang ditunjuk DPMPD Kabupaten Tangerang tidak profesional dalam melakukan seleksi balon kades, diantaranya kertas pengumuman hasil balon kades distempel kering, dan pengumuman hasil seleksi disampaikan pada Selasa (8/10).

Padahal, pada tanggal itu digelarnya pelaksanaan tes. “Dengan anggaran seleksi balon kades sebesar Rp 382 juta, masa kertas pengumuman hasil seleski dari tim independen seperti kertas foto kopi,” kata Dulamin kepada wartawan disela-sela unjukrasa.

Berawal dengan tidak profesional tim independen dalam menyeleksi balon kades itu, lanjut Dulamin, sejumlah warga dan balon kades gagal menelusuri kantor tim independen berdasarkan alamat di kertas pengumuman. Haslinya, tidak ditemukan kantor tim independen itu. “Kantor tim independen itu diduga fiktif,” ungkapnya.

Menurut Dulamin, tujuan ratusan warga Desa Kayu Agung dan Desa Rawa Rengas mendatangi Kantor DPMPD Kabupaten Tangerang untuk menanyakan alasan pihak DPMPD menunjuk langsung tim independen tersebut. Padahal, berdasarkan aturan yang ada anggaran sebesar Rp 382 juta tidak bisa dilakukan mekanisme penunjukan langsung. Harus melalui lelang secara terbuka.

“Saya sebagai warga Kabupaten Tangerang, berhak tahu alasan pihak DPMPD menunjuk laangsung tim independen karena anggaran yang digunakan bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang. Apalagi tim independen itu tidak profesional,” ujarnya.

Dulamin menambahkan, bila aspirasi warga tidak direspons oleh DPMPD Kabupaten Tangerang, pihaknya akan kembali menggelar unjuk rasa pada Senin (14/10) mendatang dengan jumlah massa yang lebih besar. “Tuntutan kami senderhana, hentikan sementara tahapan pilkades. Kedua keterbukaan proses penunjukan tim independen. Alasanya, jika proses tahapan saja cacat hukum dikhwatirkan hasilnya kurang baik,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala DPMPD Kabupaten Tangerang, Ahdiyat Nuryasin membantah, dirinya atau pihak DPMPD Kabupaten Tangerang yang menujuk tim idependen lembaga pemberdayaan masyarakat institute for community development (LPM ICD) untuk menggelar seleksi balon.

Tim independen itu direkomendasikan oleh Asisten Daerah (Asda) 1 Pemkab Tangerang Bidang Pemerintahan, Heri Heriyanto. “Yang merekom tim independen itu Pak Asda satu (Heri Heryanto_red). Silakan konfrmasi saja,” kata Ahidyat saat dikonfrmasi di Kantor DPMPD Kabupaten Tangerang.

DPMPD Kabupaten Tangerang, lanjut Ahdiyat, sudah sesuai dengan tugas dan fungsi (Tupokasi) dalam melaksanakan tahapan pilakdes serentak di Kabupaten Tangerang. Artinya, terkait tuntutan hasil seleksi yang dilakukan oleh tim independen silakan tanya langsung ke tim independen tersebut. “Silakan konfrmasi ke tim idependen ya. Jangan ke saya, tapi saya tidak bisa memberikan nomor kontaknya tanpa seizin tim idependen itu,” ungkap Ahdiyat kepada wartawan saat diminta nomor kontak tim independen.

Dihubungi terpisah, Asda 1 Pemkab Tangerang, Heri Herianto membantah telah merekomendasikan tim idependen dari LPM ICD menjadi panitia seleksi balon kades di Kabupaten Tangerang. Menurutnya, LPM ICD baru melihat saat menjadi panitia seleksi balon kades pada Selasa (8/10) lalu.

“Kalau LPM ICD secara pribadi dan kedinasan saya tidak kenal. Tapi kalau Dr. Fernandes saya mengenal sudah cukup lama karena beliau bagian dari tim profesor Sadu Wasistiono, Guru Besar IPDN,” kata Heri tanpa merinci maksud nama yang disebutkan tersebut. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook