BPBD Distribusikan 120.000 Liter Air

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Sabtu, 12 Oktober 2019 - 11:29:06 WIB   |  dibaca: 97 kali
BPBD Distribusikan 120.000 Liter Air

MENGANTRE : Puluhan warga di Kecamatan Tirtayasa mengantre untuk mendapatkan air bersih yang dikirim oleh BPBD Kabupaten Serang, belum lama ini.

SERANG, BANTEN RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mengungkapkan dari 1 Agustus sampai dengan saat ini sudah mendistribusikan air bersih sebanyak 120.000 liter atau 180 tangki. Pasalnya, musim kemarau yang masih terus berlangsung menyebabkan 11 kecamatan di Kabupaten Serang mengalami kekeringan sehingga warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Operator Pusat Pengendali Operasi (Pusdalop) BPBD Kabupaten Serang Aruf Rifki mengatakan, kekeringan di Kabupaten Serang terus meluas tidak hanya terjadi di wilayah Serang utara saja namun terjadi di kecamatan-kecamatan yang lain. “Dalam catatan kami ada 47 desa di 11 kecamatan yang mulai terdampak kekeringan, tapi yang kondisinya paling parah di wilayah Serang utara,” ujar Arif, Jumat (11/10).

Ia mengungkapkan, 11 kecamatan dimaksud di antaranya Kecamatan Pontang, Tirtayasa, Tanara, Carenang, Kramatwatu, Ciomas, Pamarayan, Petir, Lebak Wangi, Bojonegara, dan Puloampel. “Kalau di kecamatan-kecamatan yang lain memang tidak merata kekeringannya hanya sebagian saja, tapi di Serang utara memang hampir semua desa mengalami kekeringan dan yang paling banyak kita kirim air bersih,” katanya.

Ia mengungkapkan, dalam sehari pihaknya mendistribusikan air bersih sebanyak 20.000 liter namun jika ada permintaan yang mendesak bisa mengirimkan sampai 30.000 liter. “Biasanya kita mengirim 5.000 liter atau satu tangki itu untuk satu RT, kalau KK (kepala keluarga)-nya ada 50 sampai 60 bisanya kebagian semua, tapi kalau lebih dari itu kebagiannya sedikit-sedikit. Makanya kita atur pembagiannya,” tuturnya.

Arif menuturkan, pihaknya tidak bisa melayani permintaan perorangan namun harus melalui pihak desa, sehingga pembagian air berjalan lancar dan warga tidak berebut. “Memang tidak semua kekeringan karena belum hujan turun tapi karena air PDAM Tirta Albantani juga kadang tidak mengalir karena ada normalisasi Irigasi Pamarayan barat seperti di Kecamatan Kramatwatu, padahal di sana jarang kekeringan,” paparnya.

Ia mengungkapkan, selama ini masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masak dan minum biasanya menggunakan air galon yang mereka beli seperti di wilayah Serang utara. “Di Serang utara itu kalau untuk mandi dan mencuci masih bisa tapi kalau untuk masak dan diminum enggak bisa karena airnya asin. Makanya untuk pengiriman ke Serang utara sudah kita jadwal,” katanya. (tanjung/fikri)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook