Pemkab Akan Data Warga Pendatang

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Senin, 14 Oktober 2019 - 14:26:05 WIB   |  dibaca: 42 kali
Pemkab Akan Data Warga Pendatang

KOMPAK : Bupati Irna Narulita berbincang dengan Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono usai mengunjungi Fuad di RSU Berkah Pandeglang, kemarin.

PANDEGLANG, BANTEN RAYA - Pemkab Pandeglang berencana melakukan pendataan terhadap warga pendatang. Pendataan ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya paham-paham radikal. Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, peristiwa penusukan Menko Polhukam, Wiranto di Alun-alun Kecamatan Menes, Kamis (10/10) lalu, pelakunya adalah warga pendatang.

Untuk mencegah kejadian itu tidak terjadi, Irna berencana memanggil seluruh camat dan desa untuk melakukan pendataan terhadap warga luar Pandeglang. "Kami bersama Kesbangpol akan mengumpulkan nanti stakeholder di tingkat camat dan desa agar desa menyampaikan di tingkat RT RW untuk lebih masif mendata warganya, seperti masuk ke Pandeglang untuk apa, profesinya sebagai apa, apakah selama tinggal di Pandeglang bermasyarakat atau tidak dengan lingkungan," tegas Irna, Minggu (13/10).

Rencana pendataan tersebut, kata Irna, pemerintah daerah akan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI. "Nanti kita bersama-sama dengan Polri dan TNI agar bisa memberikan arahan untuk mencegah paham-paham radikalisme di lingkungan masyarakat," imbuhnya. Irna berharap, kejadian penusukan terhadap pejabat negara tidak terulang lagi, karena insiden tersebut tidak cuma melukai korban, namun juga masyarakat Pandeglang secara keseluruhan. Kini Pandeglang harus menanggung peristiwa tercela itu.

"Saya mengharapkan tidak ada lagi hal-hal yang membuat buruk di Pandeglang, dan tentunya bukan orang Pandeglang yang melakukannya, tetapi yang menanggung resiko adalah warga Pandeglang," terangnya. Irna menjelaskan, pemerintah daerah akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah paham-paham radikalisme.

"Saya berharap Pandeglang bersih dari paham-paham radikal, sehingga kita bersama Polri, TNI, yudikatif, stakeholder, ulama untuk bersama-sama masuk ke pondok pesantren, majelis taklim, sekolah-sekolah, madrasah, ibu-ibu rumah tangga agar mereka tidak terpapar paham radikal," harapnya. Sedangkan pascapenyerangan tersebut, Irna menginginkan peristiwa yang melukai Menko Polhukam, dan sejumlah orang lainnya dijadikan pelajaran oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Kemarin sudah saya sampaikan kita selalu berupaya menyosialisasikan, mengedukasi masyarakat dan anak-anak agar tidak terpapar paham-paham radikalisme, karena sifatnya menyesatkan, dan merugikan kita semua. Jadi kita harus selalu waspada," imbuhnya.

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono membenarkan, akan dilakukannya pendataan terhadap warga pendatang. "Kami sudah melakukan koordinasi dengan ibu bupati, mungkin besok (hari ini-red) ibu bupati akan mengadakan rapat dengan para camat untuk membantu kami dalam memberikan bimbingan atau penyuluhan kepada masyarakat apabila ada pendatang segera dilaporkan, dan kalau melihat warga yang kira-kira mencurigakan segera laporan kepada kami agar kami melakukan pendalaman untuk mengetahui apa tugas yang bersangkutan," tegasnya.

Ketua MUI Pandeglang, Tubagus Hamdi Ma'ani menuturkan, mengutuk keras insiden penusukan Menko Polhukam, Wiranto di Alun-alun Menes Kamis (10/10) lalu, yang dilakukan oleh Syahril Alamsyah alias Abu Rara (51) warga Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara, dan Fitri Andriana (21) warga Desa Sitanggai, Kecamatan Karangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Hamdi menilai, perilaku kedua pelaku menyesatkan.

"Saya sangat prihatin dan kami sangat mengutuk kepada pelaku dan pelaku itu sangat biadab. Saya berpendapat bahwa paham radikalisme dan terorisme itu tidak sesuai dengan ajaran Islam," tuturnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook