Pemandu Wisata Masih Dibutuhkan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 16 Oktober 2019 - 12:35:51 WIB   |  dibaca: 60 kali
Pemandu Wisata Masih Dibutuhkan

PELATIHAN: Evi Novianti, pengajar di Universitas Padjadjaran saat menjadi pembicara di acara pelatihan pemandu wisata (tour guide) yang digelar Disparpora Kota Serang yang berlangsung di Hotel Abadi, Selasa (15/10).

SERANG, BANTEN RAYA- Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi yang melahirkan sejumlah aplikasi yang memudahkan orang pergi ke tempat wisata menghawatirkan sejumlah pemandu wisata di Kota Serang. Mereka khawatir suatu saat kecanggihan teknologi itu akan menggantikan peran mereka sebagai pemandu wisata.

Evi Novianti, pengajar di Universitas Padjadjaran mengatakan bahwa kecanggihan teknologi memang mengubah industri di dunia. Bahkan di sebuah pabrik perusahaan memberhentikan banyak karyawan karena tenaga manusia dapat digantikan oleh tenaga mesin. Namun pada kasus pemandu wisata, menurutnya, pemandu wisata masih akan tetap dibutuhkan oleh wisatawan karena ada sentuhan personal yang tidak bisa diberikan oleh teknologi apalagi hanya sekedar aplikasi.

“Rasanya pemandu wisata masih akan tetap dibutuhkan karena mampu memberikan personal touch,” kata Evi saat menjadi pembicara di acara pelatihan pemandu wisata (Tour Guide) yang digelar Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang yang berlangsung di Hotel Abadi, Selasa (15/10).

Evi menyatakan, meski keberadaan pemandu wisata tetap dibutuhkan namun ia mengingatkan agar setiap pemandu wisata terus memperbaharui pengetahuan mereka, terutama seputar teknologi informasi. Pemanfaatan teknologi informasi dapat membuat tempat wisata yang dipromosikan menjadi smart tourism.

Smart tourism ditandai dengan pemanfaatan teknologi informasi bagi kepentingan pariwisata. “Karena itu wajib hukumnya setiap tempat pariwisata memiliki akun media sosial yang mempromosikan fasilitas maupun atraksi yang dimiliki oleh tempat wisata tersebut,” katanya.

Kepala Disparpora Kota Serang Akhmad Zubaidillah mengatakan bahwa kelompok sadar wisata (pokdarwis) sebagai pemandu wisata harus memelihara fasilitas yang sudah ada, khususnya yang diberikan pemerintah daerah. Memelihara menurutnya pekerjaan yang susah. Sebab membangun lebih mudah daripada merawat.“Padahal waktu bangunnya mudah,” katanya.

Zubaidillah berpesan setelah menerima materi harus ada perubahan-perubahan signifikan di tempat wisata masing-masing yang dikelola oleh pokdarwis. Ciptakan tempat wisata yang menyenangkan karena setiap orang yang berwisata tujuannya adalah untuk menghilangkan kejenuhan, mendapatkan kesenangan dan kenikmatan. (tohir/rahmat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook