Penyidik Periksa Saksi Kasus Genset RSUD Banten Jilid 2

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 16 Oktober 2019 - 13:02:28 WIB   |  dibaca: 250 kali
Penyidik Periksa Saksi  Kasus Genset RSUD Banten Jilid 2

SERANG, BANTEN RAYA- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten mulai memanggil saksi-saksi dalam kasus tindak pidana korupsi pengadaan genset Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten jilid 2 yang diduga masih ada tiga orang yang ikut bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

Asisten bidang pidana khusus (Adpidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten Sekti Anggraini mengatakan, penyidik telah memanggil 4 orang saksi, Selasa (15/10). Hal itu untuk menindaklanjuti kasus korupsi genset di RSUD Banten tahun 2015 yang telah menjerat tiga orang yaitu Plt Direktur RSUD Banten dr Sigit Wardoyo, Direktur CV Megah Tehnik Endi Suhendi dan M Adit Hirda Restian selaku tim survei.

"Hari ini (kemarin) jadwalnya ada empat orang. Tapi baru ada dua orang yang hadir dari Ketua Pokja ULP Provinsi Banten (Entus Sahal Tusturi) dan Direktur CV Irjaya Abadi (Iwan Ruspriady)," katanya kepada Banten Raya.

Menurut Sekti, dalam kasus korupsi pengadaan genset RSUD Banten senilai Rp 2,2 miliar tersebut, penyidik memburu target baru yang dinilai ikut bertanggungjawab atas kasus tersebut, yaitu Sri Mulyati selaku Kabag Umum PPTK, Akhrul Apriyanto selaku Wakil Direktur RSUD Banten, serta Hartati Andarsih selaku PPTK."Untuk dua orang yang tidak hadir, kita akan panggil ulang," ujarnya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Banten Holil Hadi mengatakan, penyidik telah melakukan pemeriksaan berkas putusan ke tiga terpidana yaitu Sigit Wardoyo, Endi Suhendi, dan M Adit Hirda Restian."Kita lihat nanti, tiga orang (Sri Mulyati, Akhrul Apriyanto, Hartati Andarsih), bisa berkurang atau bisa juga bertambah," ujarnya.

Holil memastikan bahwa kasus korupsi pengadaan genset jilid dua tersebut menjadi prioritas Kejati Banten. Untuk itu, masyarakat diharapkan bersabar karena ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan."Kita tidak bisa ditargetkan (penetapan tersangka), karena kita ada SOP yang harus dilakukan," jelasnya.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Serang menjatuhkan hukuman berbeda kepada tiga terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan genset RSUD Banten tahun 2015 senilai Rp 2,2 miliar. Ketiganya yaitu mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten yang juga mantan Plt Direktur RSUD Banten Sigit Wardojo, staf RSUD Banten M Adit Hirda Restian, dan Direktur CV Megah Teknik Endi Suhendi.

Majelis Hakim yang diketuai Epiyanto menyatakan, ketiganya bersalah melanggar pasal 3 undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dalam dakwaan primer.

Sigit Wardojo divonis selama 1 tahun 4 bulan penjara, dan membayar denda Rp 50 juta. Sedangkan Endi divonis selama 1 tahun kurungan dan denda Rp 50 juta serta membayar uang pengganti sebesar Rp 583 juta. Sedangkan Adit divonis selama 1 tahun kurungan dan denda Rp 50 juta. (darjat/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook