Cegah radikalisme, FKPT Banten Libatkan Pemuda

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Rabu, 16 Oktober 2019 - 13:06:52 WIB   |  dibaca: 214 kali
Cegah radikalisme, FKPT Banten Libatkan Pemuda

SEMINAR: Suasana seminar dan sosialisasi yang digelar FKPT Banten dalam melakukan pencegahan paham radikalisme dan terorisme dengan melibatkan pemuda, kemarin.

LEBAK, BANTEN RAYA-Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme FKPT) Provinsi Banten, melaksanakan kegiatan Pelibatan Partisipasi Pemuda dan Dunia Pendidikan Menuju Banten Damai.Ikhwanudin Syarief, Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus Ketua Bidang Pemuda dan Pendidikan dalam laporannya mengatakan, kegiatan partisipasi dan pelibatan pemuda dan dunia pendidikan ini dihadiri oleh para tokoh pemuda dan dunia pendidikan dari lima kecamatan, yakni Cilograng, Bayah, Malingping, Cihara dan Cibeber. Adapun tema pada kegiatan ini adalah Pemuda dan Dunia Pendidikan Pelopor Perdamaian.

Lebih lanjut dikatawan Iwan,  tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan, mengedukasi dan memberikan penerangan seluas-luasnya tentang pencegahan radikalisme dan terorisme; menjadikan para tokoh pemuda dan tokoh pendidikan sebagai pelopor perdamaian di daerahnya masing-masing; serta menjadikan para tokoh pemuda dan dunia pendidikan sebagai agen dan juru bicara untuk ikut serta pentingnya keamanan dan perdamaian dalam pembangunan disegala bidang kemasyarakatan.

Acara yang dibuka oleh Ketua FKPT Banten, Brigjen Pol (Purn.) Hj. Rumiah Kartoredjo, MH dalam sambutannya mengajak kepada peserta untuk tidak terjebak kepada berbagai bujukan kelompok tertentu untuk melakukan berbagai tindakan yang mengarah kepada radikalisme dan terorisme.  

Kepada peserta juga Rumiah berpesan untuk terus menjaga perdamaian di Banten, dan juga di Indonesia dengan tetap menjaga empat pillar kebangsaan yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945. UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia serta Bhinneka Tunggal Ika.

Pada bagian paparan materi, plt Sekretaris Kesbangpol yang juga Kabid Ideologi dan Wasbang Kesbangpol Provinsi Banten, Maman Suratman menjelaskan pemuda telah dipersatukan oleh sumpah pemuda, yang menjadi tonggak sejarah menyatakan bertanah air satu, berbangsa dan berbahasa yang satu, Indonesia.Berangkat dari sumpah pemuda tersebut, maka radikalisme adalah paham-paham yang tidak sejalan dengan Pancasila.

Sementara itu pemateri lainnya, sekretaris FKPT Profinsi Banten, Amas Tajudin mengatakan perlunya pemerintah untuk mereview ulang kurikulum pendidikan. Amas mengatakan Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila (P4) perlu dimunculkan ulang. P4 atau Eka Prasetya Pancakarsa merupakan panduan tentang pengamalan Pancasila dalam kehidupan bernegara. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook