Trans Cilegon Perpanjang Rute Hingga Anyer

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 16 Oktober 2019 - 15:42:18 WIB   |  dibaca: 298 kali
Trans Cilegon Perpanjang Rute Hingga Anyer

Dua unit bus Trans Cilegon Mandiri terparkir di Terminal Seruni Cilegon, Selasa (15/10).

CILEGON, BANTEN RAYA - Angkutan massal Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon yaitu Trans Cilegon Mandiri bakal diperpanjang rutenya hingga ke Anyer, Kabupaten Serang. Rute diperpanjang karena hingga saat ini Trans Cilegon Mandiri masih sepi penumpang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon Andi Affandi mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi internal terkait operasional Trans Cilegon Mandiri. “Masih sepi. Padahal tujuan awalnya untuk mengurai kemacetan dan merubah budaya masyarakat untuk beralih ke angkutan umum,” kata Andi ditemui usai Sosialisasi Penerapan Smart Card yang dilakukan Dishub Kota Cilegon di salah satu hotel yang ada di Kota Cilegon, Selasa (15/10).

Andi menjelaskan, perpanjangan rute Trans Cilegon hingga Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang akan dilakukan tahun depan. Trayek yang ada saat ini dari Terminal Seruni Cilegon hingga Simpang Tiga Ciwandan melalui Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon. “Rencananya memang akan sampai Anyer, karena ada di daerah perbatasan seperti Cilodan, dan pabrik-pabrik yang belum terlayani karena baru sampai Simpang Tiga JLS Ciwandan,” kata Andi.

Penambahan rute, lanjut Andi, tidak mengubah izin trayek menjadi antar kota dalam provinsi (AKDP). Sebab, hanya di kecamatan tidak melewati lebih dari dua kecamatan di Kabupaten Serang. “Seperti trayek angkot Bojonegara, Waringinkurung, Anyer, itu belum dikatakan AKDP. Jadi tidak perlu diubah izin menjadi AKDP,” ujarnya.

Selain memperpanjang rute, kata Andi, pihaknya juga berencana mengundang pihak swasta untuk mengelola Trans Cilegon Mandiri. “Kita persiapkan aturannya terlebih dahulu, perwal (Peraturan Walikota). Agar Trans Cilegon yang saat ini plat merah bisa menjadi plat kuning dikelola oleh operator swasta atau ada BLU (Badan Layanan Umum). Kalau swasta, tentu ada perhitungan sharing profit,” katanya.

Andi menjelaskan, saat ini Trans Cilegon masih belum menarik ongkos kepada penumpang. “Selain aturan yang akan dibuat, kita juga mencoba kembali mengajukan anggaran 2020 untuk penambahan armada dan fasilitas lain,” akunya.

Pada 2020 nanti, Andi berharap adanya penambahan lima unit armada agar Trans Cilegon menjadi tujuh unit armada. Selain itu, juga ada penambahan pembangunan shelter menjadi 12. Saat ini sudah ada empat shelter yang digunakan dan akan dibangun lagi empat dengan anggaran sekitar Rp 300 juta tahun ini. Akhir tahun ini sudah ada delapan shelter. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook