KS Latih Warga Citangkil Urus Jenazah

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 17 Oktober 2019 - 12:30:32 WIB   |  dibaca: 38 kali
KS Latih Warga Citangkil Urus Jenazah

FOTO BERSAMA : Peserta pelatihan foto bersama pengurus BMKSG usai mengikuti pelatihan pengurusan jenazah.

CILEGON, BANTEN RAYA - PT Krakatau Steel (KS) dan grup serta afiliasi melalui Baitul Maal Krakatau Steel Grup (BMKSG) kembali menggelar pelatihan mengurus jenazah di Aula Kantor Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, Rabu (16/10). Pelatihan tersebut diikuti 35 orang dari beberapa lingkungan RT di Kelurahan Citangkil.

Mereka diberi penambahan wawasan tentang cara mengurus jenazah yang baik dan benar, mulai dari memandikan hingga memakamkan jenazah. Hadir dalam kegiatan itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Citangkil H Ahmad Zubaedi.

Ketua BMKSG, Zainal Muttaqien mengatakan, kegiatan pelatihan mengurus jenazah di Kelurahan Citangkil merupakan kegiatan ke 19 dari target 43 kegiatan di 43 kelurahan di Cilegon.
"Sebenarnya kegiatan mengurus jenazah ini merupakan kegiatan rutin kedua yang dilakukan BMKSG," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Kegiatan rutin yang pertama, lanjut Zainal, menyalurkan beasiswa kepada pelajar yatim piatu dan dhuafa di Kota Cilegon."Alhamdulillah setiap tahunnya ditargetkan 2.700 pelajar mendapatkan beasiswa dari dana ZIS (zakat, infak, dan Sedekah-red) yang disalurkan melalui kami. Sampai saat ini sudah sekitar 2.500 pelajar baik SD hingga mahasiswa yang merasakan manfaatnya," ujar pria yang menjabat General Manajer (GM) Human Resources & General Affair PT Krakatau Osaka Steel (KOS) ini.

Sama seperti program beasiswa, Zainal berharap, pelatihan mengurus jenazah benar-benar bisa dirasakan manfaatnya. Dalam pelatihan, para peserta diberikan pengetahuan tentang cara memandikan, mengkafani hingga memakamkan jenazah yang baik secara syariat Islam dan diutamakan sesuai dengan sunah rasul.

"Kalau sudah banyak yang memahami tata cara mengurus jenazah yang baik dan benar. Kami berharap sudah tidak ada lagi kesulitan mencari pengurus jenazah ketika ada masyarakat yang berduka membutuhkan bantuan untuk mengurus jenazah keluarga, saudara, maupun kerabatnya yang meninggal dunia," ujarnya.

Narasumber Pelatihan, Ari Purnomo menyampaikan, menjadi pengurus jenazah pada hakekatnya adalah panggilan, seperti halnya ketika umat muslim mendengar kumandang azan. Maka sudah selayaknya umat muslim berbondong-bondong menuju masjid atau musala untuk melaksanakan salat.

"Maka dari itu, seorang pengurus jenazah harus terpanggil hatinya untuk bergegas membantu masyarakat yang sedang dirundung duka karena ada sanak saudara atau orangtuanya yang meninggal dunia. Jenazah itu harus segera diurus sesuai syariat Islam dan sunah Rasul. Tidak boleh dibiarkan berlama-lama," katanya.

Untuk itu, Ari berharap, para pengurus jenazah tidak menetapkan tarif karena akan sangat disayangkan kalau pahala yang seharusnya bisa didapatkan jadi hilang karena uang yang tidak seberapa."Jadi harus ikhlas," tegasnya.

Sementara itu, Lurah Citangkil Tb Edy Purnama menyatakan apresiasinya kepada PT KS dan grup beserta afiliasi yang sudah memfasilitasi pelatihan melalui BMKSG."Pelatihan mengurus jenazah ini sangat bermanfaat bagi warga kami. Apalagi ada sertifikat yang diberikan kepada pengurus jenazah usai mengikuti pelatihan. Masyarakat kami semakin antusias sehingga banyak sekali yang ingin ikut, hampir seratusan orang tapi karena kuota terbatas maka tidak bisa terakomodir," ujarnya.

Untuk mengakomodir calon peserta yang tidak bisa mengikuti pelatihan mengurus jenazah yang diselenggarakan BMKSG, Edy mengaku akan memfasilitasi melalui program kelurahan yang dipimpinnya."Insya Allah bagi yang belum, nanti kami akan berusaha menyelenggarakan pelatihan serupa," jelasnya. (danang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook