Jalan Cikumpay-Ciparay Dibangun 2020

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Kamis, 17 Oktober 2019 - 12:56:08 WIB   |  dibaca: 35 kali
Jalan Cikumpay-Ciparay Dibangun 2020

SEPAKAT: Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya bersama Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi (kiri) menghadiri rapat bersama Ditjen KSDAE di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, kemarin.

LEBAK, BANTEN RAYA- Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten berjanji akan mengalokasikan anggaran pembangunan jalan Cikumpay-Ciparay yang menghubungkan wilayah Lebak selatan dan utara sepanjang 24,9 kilometer (km), pada tahun 2020.

Hal itu merupakan hasil diskusi dan kolaborasi Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak dalam rangka menata kawasan Gunung Luhur atau lebih dikenal dengan Negeri di Atas Awan yang sudah menjadi pusat perhatian wisatawan domestik maupun manca negara.

"Ini (pembangunan jalan Cikumpay-Ciparay) dalam rangka mendukung wilayah selatan untuk mengembangkan sektor agro. Sehingga masyarakat bisa menerima kemanfaatan yang sebesar-besarnya," kata Sekretaris Daerah Banten Al Muktabar di ruang rapat Ditjen KSDAE Gedung Manggala Wanabakti Jakarta, Rabu (16/10).


Pembangunan jalan Cikumpay-Ciparay sudah lama ditunggu warga karena memang menjadi akses terdekat menuju Bogor dan juga obyek wisata Gunung Luhur. Selain jalan, Pemprov Banten akan membangun sarana ibadah berupa Masjid di Gunung Luhur.
"Karena pesatnya perkembangan di kawasan Gunung Luhur dan banyaknya populasi wisatawan yang memenuhi kawasan itu, perlu difasilitasi sarana ibadah masjid sebagai simbol Banten sebagai pusat peradaban. Kami membutuhkan sekitar 1.000-2.000 meter persegi untuk membangun masjid di kawasan Gunung Luhur, yang biayanya dari partisipasi PNS dan sudah terkumpul sekitar 700 juta rupiah," katanya.
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menuturkan, salah satu hal yang mendesak di wilayah selatan di antaranya adalah pembangunan infrastruktur jalan, mengingat ke depan jalur eksisting yang ada bisa menimbulkan kepadatan (kemacetan kendaraan) yang cukup berarti. "Terlebih ada pabrik semen yang senantiasa melakukan mobilisasi angkutan, untuk menghindari hal itu diperlukan beberapa alternatif jalan dari Jabodetabek yang akan menuju Banten Selatan," katanya.
Ditanya mengenai rencana pemprov membangun masjid di Gunung Luhur, Bupati Iti mengatakan bahwa Pemkiab Lebak pada prinsipnya menyetujui. "Selama pembangunan itu sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, kami tidak keberatan dengan hal itu, dan menyerahkan sepenuhnya kepada KSDAE yang berwenang dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan konservasi sumber daya alam dan ekosistem," katanya.
Direktur Jenderal KSDAE Wiratno menyambut baik kolaborasi yang dilakukan Pemprov Banten dan Pemkab Lebak dalam melakukan pengembangan wisata yang ada di area TNGHS. "KSDAE pada prinsipnya mendukung pengembangan wisata selama memenuhi peraturan yang berlaku. Ini (Gunung Luhur) masuk kawasan konservasi dan ada macan tutul yang harus dilindungi, dan yang terpenting adalah bisa mengakomodir pemberdayaan masyarakat dan mendapatkan manfaat dari pengembangan wisata yang berkelanjutan," katanya.
Faisal, warga Cikumpay, Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan menyambut baik rencana pembangunan jalan Cikumpay-Ciparay. "Kami mengucapkan syukur alhamdulilah kalau itu sampai terealisasi karena kami sudah bertahun-tahun menunggu. Harapannya dapat ditepati karena kondisi jalan hasil pembangunan CSR PT Cemindo Gemilang bersama Pemkab Lebak sudah dalam kondisi rusak berat," katanya. (purnama/rahmat)

HUMAS PEMKAB LEBAK untuk BANTEN RAYA
SEMANGAT: Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya bersama Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi (kiri) menghadiri rapat bersama Ditjen KSDAE di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, kemarin.

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook