Pancaroba, Waspada Puting Beliung

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 17 Oktober 2019 - 15:17:15 WIB   |  dibaca: 28 kali
Pancaroba, Waspada Puting Beliung

MEMANTAU: Petugas BMKG Klas 1 Serang mengamati prakiraan cuaca melalui alat pemantau di halaman Kantor BMKG Klas 1 Serang, belum lama ini.

SERANG, BANTEN RAYA- Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas 1 Serang meminta masyarakat mewaspadai potensi puting beliung dan petir. Sebab, saat ini Banten memasuki peralihan musim dari kemarau ke musim hujan yang terjadi pada Oktober ini.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Klas 1 Serang Tarjono mengatakan, berdasarkan pantauan pihaknya, musim kemarau sudah berada di penghujung. Kini, Banten sedang memasuki pancaroba peralihan ke musim hujan.

“Prakiraan awal musim hujan yang dikeluarkan kedeputian klimatologi BMKG, beberapa daerah di Banten memang memasuki awal musim hujan. Pandeglang dan Lebak bagian selatan pada dasarian I-III Oktober. Kabupaten dan Kota Serang serta Kota Cilegon pada dasarian II Desember,” ujarnya, Rabu (16/10).

Ia menuturkan, perlu pada kewaspadaan di masyarakat saat pancaroba. Pada periode tersebut terdapat potensi terjadinya puting beliung dan petir. Biasanya itu terjadi saat tampak awan cumulonimbus.“Harap berhati-hati pada musim peralihan. Jika sudah tampak atau terdapat awan cumulonimbus untuk tidak berteduh di bawah pohon besar atau baligo. Sebab, awan tersebut berpotensi menimbulkan angin puting beliung dan petir,” katanya.

Awan cumulonimbus sendiri, kata dia, sifatnya berada di ketinggian rendah dengan gumpalan sangat besar dan umumnya berwarna gelap. Awan tersebut mengandung arus listrik disertai golakan udara. Untuk di Banten, kemunculan awan tersebut bisa saja terjadi setiap daerah. “Dalam awan itu terdapat ion negatif dan positif. Ketika ada awan cumulonimbus maka di daerah tersebut berpotensi (puting beliung dan petir),” ungkapnya.

Memasuki musim hujan, Tarjono meminta kepada masyarakat untuk bisa melakukan persiapan. Persiapan yang dilakukan lebih kepada pembenahan sarana dan prasarana lingkungan.
 “Kepada masyarakat dan instansi terkait kiranya mulai membenahi dan membersihkan drainase atau selokan. Itu agar ketika sudah musim hujan tidak timbul masalah baru yaitu banjir,” tuturnya.

Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalop) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Giman mengimbau kepada masyarakat Banten untuk selalu waspada terhadap potensi bencana. Pihaknya juga akan terus melakukan pemantauan terhadap potensi-potensi tersebut dan berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota.

Selain peralatan, pihaknya juga selalu memastikan respon cepat kebencanaan. Bantuan SDM dan logistik selalu bisa diakses setiap waktu. “Kami selalu stand by 24 jam setiap harinya, jangan sungkan untuk melapor,” ujarnya. (dewa/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook